suplemenGKI.com

MAZMUR 146: 1-10

“ALLAH SATU-SATUNYA PENOLONG”

 

Pada saat menghadapi masalah yang sangat pelik, tiba-tiba datanglah seorang penolong yang memberikan jalan keluar untuk persoalan kita, kira-kira bagaimana perasaan kita? Seandainya ungkapan sukacita itu ada tingkatannya maka sukacita yang kita rasakan pada saat itu tentu ada di tingkatan yang paling tinggi. Hal yang sama juga dialami pemazmur, mari kita membaca dan merenungkannya hari ini.

 

PERTANYAAN PENUNTUN

  1. Bagaimana pemazmur menyatakan ungkapan syukurnya ketika ia meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya penolong? (ayat 1-2)
  2. Siapa yang tidak boleh dijadikan sandaran hidup ketika manusia menghadapi persoalan? Mengapa demikian menurut pemazmur? (ayat 3-4)
  3. Apa saja tindakan Allah yang dialami dan dirasakan pemazmur? (6-9)
  4. Setujukah Anda dengan apa yang dinyatakan oleh pemazmur di ayat 5? Ingatlah sejenak kebahagiaan yang Anda rasakan ketika mengalami pertolongan Tuhan!
  5. Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk menunjukkan bahwa benar Anda mengandalkan Tuhan sebagai sumber pertolongan hidup Anda?

 

RENUNGAN

Di dalam kehidupan kita terkadang kita merasa begitu sulit menemukan pribadi yang sanggup menolong kita keluar dari persoalan yang mendera. Jika ada, terkadang itupun belum tentu dilakukan dengan tulus. Pemazmur juga mengalami hal yang sama. Pemazmur menyadari bahwa tidak ada penolong yang lain. Namun dia menemukan bahwa hanya Allah saja satu-satunya penolong. Mari kita menyimak pemazmur memulai dengan suatu ungkapan pujian kepada Tuhan. Dalam perikop ini kita dapat melihat bagaimana ekspresi pemazmur dari suatu sukacita yang mendalam. Pemazmur mendahului ungkapannya dengan kata “Pujilah Tuhan hai jiwaku”. Pemazmur ingin menyatakan ungkapan syukurnya kepada Allah dengan segenap tubuh dan jiwanya. Bahkan lebih dari itu ada komitmen yang sangat kuat bahwa memuliakan Allah bagi pemazmur akan ia lakukan dalam sepanjang hidupnya terus menerus. Ayat 2  adalah ungkapan pemazmur dan sekaligus janjinya kepada Tuhan bahwa betapa ia sungguh-sungguh menyaksikan bahwa diluar Allah tidak ada yang sanggup menolong. Ia mengatakan “Aku mau memuji TUHAN selama hidupku dan menyanyi bagi Allahku selama aku ada” karena telah kulihat dan kuyakini hanya Allah satu-satunya penolongku”.  Dari isi pujiannya, pemazmur mau mengajarkan kepada kita: (1) jangan mengalihkan pertolongan kita kepada hal-hal atau pribadi lain di luar Allah; (2) ketika kita percaya kepada Allah bukan hanya Ia sanggup menolong tetapi di dalam pertolonganNya itu ada kegembiraan dan kegirangan; (3) Allah sanggup dipercaya karena Ia telah menyatakannya sejak zaman dahulu kala. Dia yang berkuasa menjadikan dan memelihara semua ciptaanNya; (4) Kita yang sudah mengalami pertolongan Tuhan haruslah menunjukkan kesetiaan kita untuk memuliakan Allah. Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang percaya zaman sekarang? Seberapa sering kita menjadi bimbang ketika kita membutuhkan pertolongan?

 

Pertolongan Tuhan datang menurut cara dan waktuNya,
bahkan seringkali pertolonganNya melampaui pikiran kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«