suplemenGKI.com

Kamis, 8 Maret 2018

07/03/2018

Mazmur 107:1-3

 

“Respon Atas Penebusan Tuhan”

Pengantar:
            Setiap orang pasti akan dengan spontan dan dengan sadar mengucapkan “terimakasih” apabila ada yang telah berbuat sesuatu yang baik kepadanya, misalnya: ketika diberi barang berharga atau makanan atau ketika diingatkan akan sesuatu yang akan menghindarkannya dari masalah dan sebagainya. Mengapa demikian? Karena ketika terjadi proses ditolong dan menolong, tercipta atau hadir nilai-nilai yang berguna, bermakna, baik bagi yang menerima maupun bagi yang memberikan. Yang menerima mendapatkan keuntungan, yang menolong merasa hidupnya bermakna. Mari kita perhatikan dan belajar dari puji-pujian dan ucapan syukur pemazmur ketika ia mengalami penebusan dari Tuhan.

Pemahaman:

1)      Apakah yang dihayati oleh pemazmur, sehingga pemazmur terdorong untuk mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan? (v1-2)

2)      Apakah yang hendak di tekankan oleh pemazmur dalam nyanyian syukurnya di ayat 3?

Apabila kita melihat dengan cermat Mazmur 105-107, maka kita menjumpai nada-nada yang sama, yaitu merupakan puji-pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan. Latar belakang dari puji-pujian dan ucapan syukur tersebut adalah karena pemazmur menghayati dan merasakan betul bahwa Tuhan itu sangat baik. Dalam mazmur 107:1-2, pemazmur dalam puji-pujiannya mengungkapkan bahwa kebaikan Tuhan itu bersifat selama-lamanya atau kekal. Kekal di sini bukan saja berkaitan dengan bahwa kebaikan Tuhan itu dinyatakan dalam waktu yang tidak terbatas saja, tetapi juga kebaikan Tuhan itu bersifat sempurna mulai dari menciptakan, memelihara, memberkati dan menyelamatkan ketika manusia jatuh dalam dosa. Dengan kata lain kebaikan Tuhan yang sempurna itu memang layak mendapatkan puji-pujian dan syukur dari umat-Nya. Itu sebabnya pemazmur tidak ragu mengajak, mengundang semua orang yang telah merasakan, mengalami dan menikmati kebaikan Tuhan dalam wujud penebusan-Nya dari keterpurukan dosa, wajib untuk memuji-muji dan bersyukur kepada Tuhan. Wujud penebusan Tuhan yang diuraikan secara singkat oleh pemazmur dalam bagian ini adalah: umat Israel itu telah tercerai-berai, telah terbuang dan telah diasingkan ke berbagai negeri, daerah, kekuasaan dan kerajaan karena kesalahan umat Israel sendiri yang tidak setia kepada Tuhan. Kondisi demikian tentu membuat mereka sengsara, menderita dan tidak berpengharapan. Namun oleh kebaikan Tuhan yang sempurman mereka kemudian dihimpunkan kembali, dipulihkan kembali dan dibimbing kembali dalam naungan kasih-Nya, di manapun dan apapun keadaan mereka (Yes 62:12)

Refleksi:
Renungkanlah, kita dahulu adalah orang-orang yang tercerai-berai, terbuang, terasingkan akibat dosa, tetapi kini telah dihimpun-Nya menjadi anak-anak Allah melalui penebusan-Nya.

Tekad:
Tuhan, saya sangat bersyukur dan ingin terus bertekun memuji-muji Engkau karena kebaikan-Mu yang telah menebus hidupku dari lumpur dosa.

Tindakkan:
Belajar mengungkapkan rasa syukur dan puji-pujian melalui melayani Tuhan dengan setia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«