suplemenGKI.com

Kamis, 8 Maret 2012

07/03/2012
Damai

Damai

1 Korintus 1:10-17

Peluk dan Cambuk

 Tidak seorangpun yang menginginkan terjadinya pertengkaran atau perselisihan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa realitanya, kadang kita harus berada dalam situasi yang tidak pernah diinginkan siapapun ini. Lalu, bagaimana kita bersikap? Itulah yang akan kita renungkan pada hari ini.

-  Kalau kita membandingkan suasana yang terjadi dalam perikop bacaan kita hari ini dengan suasana kampanye Pemilu, apakah persamaannya? Apa pula perbedaannya?

-  Mengapa rasul Paulus memakai istilah “Saudara-saudara” di sini? Apa arti dan implikasi dari sapaan rasul Paulus ini?

-  Nasihat apa yang diberikan oleh rasul Paulus? Apakah nasihat itu hanya berguna ketika kita berada dalam situasi perselisihan, ataukah juga berguna ketika situasinya “aman terkendali”? Bagaimana kita menerapkan nasihat ini dalam kehidupan sehari-hari?

Renungan

Rasul Paulus menyapa Jemaat Korintus menggunakan kata “Saudara-saudara”. Bagi Jemaat Korintus yang saat itu sedang bergejolak karena adanya perselisihan internal, sapaan ini bagaikan uluran tangan yang memeluk tapi juga mencambuk. Dikatakan memeluk, karena dengan sapaan ini rasul Paulus menunjukkan sikapnya yang tidak mau bermusuhan dengan Jemaat Korintus. Kata-kata orang yang ingin bermusuhan tentulah kata-kata yang konfrontatif, keras bahkan kadang kasar. Tetapi sapaan “saudara-saudaraku” tentulah jauh dari nada konfrontatif, keras dan kasar itu. Sedangkan yang dimaksud dengan mencambuk di sini adalah bahwa melalui istilah “saudara-saudara”, sebenarnya Jemaat Korintus juga diingatkan bahwa yang mereka musuhi itu sebenarnya juga adalah saudara. Jadi, adalah suatu sikap hidup yang merugikan diri sendiri bila kita bermusuhan dengan saudara sendiri. Sebagai saudara, seharusnya Jemaat Korintus bisa duduk dengan rukun, hidup dalam kasih persaudaraan dan bukan permusuhan.

Nasihat yang diberikan kepada Jemaat Korintus  ini adalah: supaya kamu seia sekata, erat bersatu dan sehati sepikir (ay. 10). Berkaitan dengan istilah-istilah yang dipakai di sini, seorang penafsir Alkitab yang bernama Barclay mengatakana bahwa ungkapan “seia sekata” di sini adalah ungkapan yang biasa dipakai untuk mendapatkan titik temu dalam kompromi. Sedangkan istilah “erat bersatu” merupakan suatu istilah medis yang dipakai untuk menyambung kembali tulang-tulang yang sudah patah atau menyatukan kembali sebuah tulang sendi yang sudah terlepas dari sambungannya. Perpecahan ini tidak wajar dan harus disembuhkan demi kesehatan dan efisiensi tubuh Jemaat.

Merenungkan apa yang dilakukan rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus ini, marilah kita belajar menggunakan kata-kata yang menyejukkan sehingga dapat meredakan suasana yang menegangkan. Selain itu juga marilah kita belajar mendorong diri sendiri dan sesama untuk terus mempertahankan “sambungan-sambungan” hubungan dalam bergereja, agar kesatuan tubuh Kristus kian nyata dan nama Tuhan dipermuliakan.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«