suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 19:1-4

BAPTISAN SEBAGAI TANDA

 

Pengantar
Apa hubungan antara percaya Yesus dengan baptisan?  Haruskah seseorang menerima baptisan atau bersifat pilihan?  Melalui bacaan ini, kita akan belajar bahwa baptisan adalah tanda yang diterima bagi setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus.

Pemahaman

  • Ayat 1:  dimanakah posisi Paulus ketika berita ini dituliskan?
  • Ayat 2:  apa yang Paulus tanyakan dan apa jawaban jemaat Efesus?
  • Ayat 3, 4:  baptisan apa yang orang jemaat Efesus terima dan apa saran Paulus?
  • Apakah makna baptisan bagi hidup kita hari ini?

Gagasan hidup berkenan di hadapan Allah dipertajam melalui karya pemberitaan Injil Kritus oleh Paulus di kota Efesus.  Dalam pembicaraannya dengan jemaat Efesus, Paulus mendapati jemaat Efesus telah menerima baptisan menurut Yohanes.  Pada masa itu, baptisan Yohanes telah cukup dikenal dan diterima oleh komunitas Yahudi yang setuju dengan pemberitaan Yohanes tentang akan datangnya Mesias.  Baptisan Yohanes menekankan pentingnya pertobatan, yaitu meninggalkan dosa dan bertekad menjalani kehidupan yang baru, sebagai respons kesiapan diri menyambut Mesias.  Bagi Paulus, pemahaman ini tidak cukup.  Paulus kemudian memasukkan nilai anugerah Kristus dan pertolongan Roh Kudus yang belum dipahami oleh jemaat Efesus.  Artinya, baptisan yang sebelumnya dipahami sebagai tanda pertobatan dari dosa, sekarang diberi makna baru sebagai sikap sadar untuk mengaku percaya kepada Yesus Kristus.  Paulus menegaskan, “bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus” (ayat 4).

Pertanyaannya adalah bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar telah bertobat dan mengaku percaya kepada Yesus Kristus?  Bukankah pengalaman itu bersifat pribadi dan subyektif?  Di sinilah hubungan (korelasi) makna baptisan sebagai tanda dengan pengalaman yang bersifat pribadi tersebut.  Baptisan bukan hanya sebagai wujud penyerahan diri di atas pengakuan percaya kepada Yesus Kristus atas pertolongan Roh Kudus, tetapi juga sebagai wujud pertanggungjawaban sosial dari yang bersangkutan atas pengalaman percayanya kepada jemaatNya.  Atas dasar inilah, seseorang yang bertobat dan mengaku percaya kepada Yesus Kristus harus bersedia dibaptis.  Dan sebagai wujud pengakuan percaya yang terjadi sekali, maka baptisan apapun caranya juga berlaku hanya sekali untuk selamanya.

Refleksi:
Mari renungkan bahwa baptisan bukan sekadar tanda tapi juga bukti percaya (iman) kita kepada-Nya, yang harus kita wujud nyatakan melalui perilaku yang baik.

Tekadku
Aku mau berperilaku yang sesuai dengan pengakuan percayaku.

Tindakanku
Menjalani hidup yang berintegritas, mewujudkan percayaku kepada-Nya melalui perilaku sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*