suplemenGKI.com

Mazmur 126:4-6

Perbuatan Allah Tetap Sampai Kini

Mazmur 126 ini terbagi dalam dua bagian, pertama: berisi peringatan umat akan kebaikan Tuhan pada masa lalu yang memulihkan Sion (ay. 1-3).  Kedua: tentang pengharapan di tengah kesukaran (ay.4-6).  Maka relasi kedua bagian ini adalah meski pada masa kini kesukaran menghadang (ay.4) namun janji Allah telah teruji pada masa lalu dan akan terus teruji pada masa mendatang.  Dan umat Tuhan diajak oleh pemazmur untuk terus berjuang.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Setelah umat Tuhan mengingat kebaikan Tuhan, apa permohonan mereka? (ay. 4)
  2. Bagaimana pemazmur mengajak umat untuk terus berjuang? (ay.5-6)
  3. Apa yang dihasilkan sebagai umat yang terus mau berjuang? (ay. 5-6)
  4. Apakah saudara sedang putus asa menghadapi hidup!  Mari renungkan bagian ini dengan sungguh-sungguh!

 RENUNGAN

Setelah menghadapi pergumulan panjang, Tuhan memulihkan keadaan Israel.  Mimpi menjadi kenyataan!  Mereka keluar dari pengalaman pahit di Babel. Itulah yang dialami bangsa Israel.  Berdasarkan pertolongan pada masa lampau, maka dalam ayat 4 jemaat berseru agar Tuhan mengerjakan kembali pembebasan dan penyelamatan pada masa kesukaran yang saat ini mereka hadapi. Mereka berseru “Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN…”.  Itulah permohonan bangsa Israel setelah mereka mengingat kebaikan Tuhan pada masa lalu.

Kemudian dalam bagian ini pemazmur mengajak umat untuk terus bersemangat dan berjuang walaupun menghadapi keadaan sulit.  Pemazmur mengajak untuk memiliki pengharapan pemulihan Tuhan, namun ada bagian yang seharusnya dilakukan.  Jadi, umat Tuhan diajak untuk mengerjakan bagiannya dengan maksimal dan bertanggungjawab walaupun harus berjerih lelah.  Ajakan pemazmur tersirat dalam perkataan “… menabur dengan mencucurkan air mata …” (ay. 5) dan “… berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih” (ay. 6).  Bukankah pesan ini menunjukkan bagaimana umat Tuhan harus berjuang dengan maksimal?  Namun bukankah umat Tuhan tidak berjuang sendiri atau dengan kekuatan diri sendiri?  Sebab ajakan untuk terus berjuang ini dikatakan pemazmur setelah seruan memohon pemulihan dari Tuhan.  Artinya bahwa umat Tuhan berjuang dengan kekuatan Tuhan, petunjuk dan menantikan bagaimana Dia berkarya atas umat-Nya.  Apabila perjuangan umat terus dilakukan bersama Tuhan, maka Dia memenuhi janji-Nya dengan membuat mereka “… menuai dengan bersorak-sorai …” (ay.5) dan “… pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkasnya.” (ay.6).  Pemazmur mengajak umat mengingat pertolongan Tuhan di masa lampau sekaligus mendorong mereka untuk melanjutkan iman percaya kepada Tuhan dan terus berharap akan pemulihan-Nya.

Bagaimana keadaan saudara saat ini?  Adakah kita tetap memiliki semangat menghadapi dan menjalani hidup ini walaupun sulit?  Ataukah saudara saat ini sedang putus asa, kuatir dan tidak punya pengharapan bahwa keadaan akan lebih baik?  Yang terpenting hari ini adalah berjuanglah secara maksimal.  Namun perjuangan itu bukan dengan kekuatan diri sendiri, lakukan dengan melibatkan Tuhan dan biarkan Tuhan menuntun dan mengarahkan perjuangan kita.  Melibatkan Tuhan berarti biarkan Tuhan bekerja seturut kehendak, waktu dan cara-Nya.  Dan nantikan dengan hati sabar dan setia, sambil terus mengerjakan bagian kita dengan sungguh-sungguh.

 Kerjakan bagian kita secara maksimal dan biarkan Tuhan mengerjakan bagian-Nya secara maksimal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«