suplemenGKI.com

Kamis, 8 April 2010

07/04/2010

RESPON TERHADAP KARYA TUHAN
Mazmur 118:22-29

Mazmur ini sering dihubungkan dengan pesta ungkapan syukur dimana raja keturunan Daud berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan oleh TUHAN untuk kemudian dipulihkan kedudukannya sebagai raja. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini juga diucapkan bersahut-sahutan pada hari raya Pondok Daun.  Umat mensyukuri karya Tuhan dalam hidup mereka selama ini.

  • Apa kata Pemazmur, sebagai pengakuannya bahwa Tuhan berkarya setiap hari? (ay.24)
  • Apa ajakan Pemazmur sebagai respon karya Tuhan setiap hari? (ay.24, 28-29)
  • Apakah saudara yakin Dia berkarya setiap hari?  Bagaiamana respon akan karyaNya?

RENUNGAN

Dalam Mazmur ini, di awal nyanyiannya pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya.  Pemazmur mengakui bahwa Tuhanlah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa Tuhan ada di pihaknya, tetapi juga makin memperteguh iman dan pengharapannya. Sebagai responnya adalah: Pertama, Pemazmur mengajak umat untuk hanya mengandalkan Tuhan dan bukan manusia, betapa pun kuat dan hebatnya manusia itu (ay.22-23).  Ya, dalam banyak hal kecenderungan kita adalah lebih mudah mengandalkan apa yang terlihat oleh mata.  Misalnya, keluarga, materi, pekerjaan, kedudukan, dll.  Namun, ingat ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang tidak dapat diselesaikan oleh apa yang kita miliki.  Hanya Tuhan yang bisa.  Oleh sebab itu, mengandalkan Tuhan setiap hari adalah keputusan yang tepat dalam hidup ini.

Kedua, Tiap hari adalah anugerah.  Ayat 24 “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, …” merupakan pengakuan yang benar dan tulus dari Pemazmur.  Pengakuan itu bukan sekadar omong kosong, tetapi perkataan itu keluar karena Dia telah meyakini TUHAN.  Dia telah mengalami hidup dibimbing TUHAN.  Pemazmur menyadari bahwa kalau dia bisa memasuki hari demi hari dalam hidupnya, hal itu adalah anugerah TUHAN semata.  Hari ini adalah anugerah TUHAN.

Ketiga, Respon yang tepat terhadap anugerah TUHAN.  Ketika Pemazmur menyadari bahwa tiap hari adalah anugerah TUHAN, maka dia memiliki respon yang tepat.  Pemazmur berkata “… marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!”  Hal ini, merupakan pengakuan yang keluar dari bibir mulut Pemazmur karena telah merasakan kebesaran tangan TUHAN.  Tangan TUHAN yang menjadikan hari dan tangan kebesaran-Nya pula yang berkarya setiap hari.  Dia mereponinya dengan bersukacita melalui nyanyian kepada TUHAN.  Bahkan di dalam ay. 28-29 Pemazmur bisa mengajak orang lain untuk bersyukur kepada TUHAN.  Dia menghimbau, menganjurkan dan memberi nasihat kepada orang lain untuk mensyukuri kebaikan TUHAN yang berkarya setiap hari.

Ada begitu banyak orang sudah diberkati Tuhan setiap hari.  Tuhan tidak berhenti berkarya.  Namun sayang!  Ada begitu banyak orang yang juga tidak mampu meresponi karya dan kebaikan Tuhan dengan tepat.  Mereka justru menaruh pengharapan dan kekuatannya pada apa yang dia miliki, yang sebenarnya itu adalah titipan dan karya Tuhan.  Sehingga, setiap hari dia tidak menyadari anugerah Tuhan yang menjadikan hari-hari itu.  Dan sebagai akibatnya adalah tidak bisa bersyukur kepada Tuhan.  Padahal Tuhan menginginkan dalam hidup ini kita mampu bersyukur dan mengajak orang lain bersyukur kepada-Nya.  Bagaimana dengan hidup kita?

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*