suplemenGKI.com

BERNAFASKAN KASIH

Roma 13:8-10

 

Pengantar
Ketika seorang pria tahu ada seorang wanita tua yang tak sanggup membeli obat dan membayar sewa rumah, ia datang membantu wanita tua itu. Ia membawa wanita itu ke rumahnya dan merawatnya seperti ibunya sendiri. Ia menyiapkan tempat tidur dan makanan, membelikan obat, serta mengantar wanita tua tersebut ketika ia butuh perawatan. Ia terus merawatnya sampai wanita itu tak dapat lagi mengurus diri sendiri.  Betapa indahnya dunia bila dipenuhi oleh manusia yang bernafaskan kasih? Apakah keluarga Anda berelasi dengan nafas kasih? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 8: Mengapa  nasihat saling mengasihi diperhadapkan dengan sikap berhutang?
  • Ayat 9-10: Apakah hubungan kasih dengan perintah Hukum Taurat?

Dalam bagian ini, Rasul Paulus menjelaskan tentang pentingnya hidup saling mengasihi. Orang yang tidak mengasihi adalah seperti orang yang berhutang. Jika kita berhutang maka kita harus membayar. Ini berarti kita memiliki tanggungjawab untuk melunasi hutang dengan hidup saling mengasihi. Orang yang mengasihi orang lain tidak akan berbuat jahat kepada orang itu. Maka segala perintah hukum Taurat dapat  dilakukan dengan baik bila kita hidup bernafaskan kasih.

Dalam membangun relasi dengan orang lain, Rasul Paulus mengingatkan kita akan hukum kasih. Hukum kasih bukanlah seperangkat aturan yang menjadi beban tapi justru menjadi nafas yang menghidupi dan menyegarkan relasi sehari-hari. Tanpa nafas kasih, relasi kita dengan orang lain akan rusak. Sebaliknya ketika kita mengasihi orang lain seperti diri sendiri maka kita akan selalu menghargai dan peduli pada orang lain.

Dalam hidup berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat, nafas kasih perlu menghembusi seluruh aspek kehidupan.  Bila nafas kasih selalu kita hembuskan maka dunia sekitar kita akan hidup segar nan damai. Sayangnya di jaman ini kebanyakan orang sibuk memikirkan dirinya sendiri. Nafas kehidupannya adalah pementingan diri sendiri sehingga memandang orang lain bahkan kekasih sebagai obyek yang harus dimanfaatkan untuk keuntungan diri sendiri. Oleh karena itu seringkali relasi sehari-hari diwarnai oleh sikap tidak peduli yang bisa melukai hati.

Ketika banyak orang mengalami luka hati (luka batin) maka ia akan cenderung melukai orang-orang di sekitarnya. Marilah di bulan keluarga ini kita membangun keluarga yang selalu bernafaskan kasih. Mari saling berrelasi dan berkomunikasi dengan nafas kasih sehingga kata-kata lembut yang menyejukkan hati yang kita ucapkan. Dengan nafas kasih kita membangun keluarga yang saling peduli dan saling menghargai. Kasih tidak mengenal untung rugi sebab kasih selalu memberi. Bila Anda ingin keluarga dan komunitas di sekitar Anda mengalami damai sejahtera dan selalu dalam kondisi sejuk, hembuskanlah nafas kasih di sana.

Refleksi
Dalam keheningan, tarik dan hembuskanlah nafas. Bayangkanlah Anda sedang menghembuskan nafas kasih yang sedang menyejukkan dan menghidupi keluarga dan lingkungan sekitar.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri

Tindakanku
Hari ini aku akan menyapa anggota keluargaku dan teman-temanku dengan senyum penuh kasih. Aku akan melakukan sesuatu untuk menyatakan kasih dan kepedulianku pada mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*