suplemenGKI.com

Mazmur 90:12-17

 

“Bijak Menjalani Hari-Hari”

Pengantar:
Saudara, setiap hari adalah hari baru, begitu Senin berganti Selasa maka Senin sudah berlalu dan berganti hari yang baru yaitu hari Selasa begitu seterusnya. Dan setiap satu hari itu hanya dapat kita jalani satu kali saja tidak terulang kembali. Waktu dalam setiap hari sama dengan hari kemarin, namun keadaannya, suasananya, tantangannya dan kerumitannya berbeda. Hari yang telah kita lalui sudah menjadi masa lalu, hari ini adalah kesempatan untuk berkiprah, sedangkan hari-hari yang akan datang adalah sesuatu masih merupakan harapan. Mengingat waktu satu hari itu sangat berharga mari kita belajar dari Musa yang berdoa agar Tuhan memberi hati yang bijaksana sehingga dapat menjalani hari demi hari dengan sungguh-sungguh bermakna agar tidak ada satu hari pun yang terlewatkan dengan percuma tanpa makna.

Pemahaman:

  1. Apa yang menjadi alasan Musa berdoa seperti yang dinyatakannya pada ayat 12?
  2. Apa yang hendak ditegaskan oleh Musa dalam syair doanya di ayat 13-15?
  3. Apa makna pernyataan Musa dalam penutup doanya di ayat 16-17?

Kesadaran akan keberadaan siapa diri kita sangatlah penting dalam hidup ini, karena dengan kesadaran itu kita akan lebih mudah dan rela untuk menengadah pada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya, itulah yang dilakukan oleh Musa dalam doanya (v.12). Musa menyadari siapa dirinya yaitu manusia lemah, penuh cacat-cela dan berdosa. Itulah sebabnya ia dengan rendah hati memohon pada Tuhan agar memberikannya hati yang bijaksana untuk menjalani hari-harinya. Bagi Musa hari-hari yang akan dilewatinya sangat berharga sehingga perlu hikmat yang dari Tuhan untuk menjalaninya agar tidak berlalu dengan percuma. Musa meyakini hidupnya akan bermakna dalam setiap harinya adalah jika Tuhan selalu bersamanya. Sukacita, kenikmatan, kesenangan dan kegembiraan akan dialaminya jika dijalani dengan hikmat dan campur tangan Tuhan. Itu sebabnya Musa sangat berharap agar kesaksian hidup dalam hikmat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang takut akan Tuhan itu boleh menjadi teladan bagi generasi selanjutnya. Maka menjadi penting bagi orangtua untuk memberi teladan kepada anak-anak supaya mereka juga  menjalani hari-hari mereka dengan hikmat yang dari Tuhan.

Refleksi:
Saudara-saudara, pernahkah kita menyadari betapa bernilainya waktu satu hari bagi hidup kita, maka mari kita jalani dengan pertolongan hikmat Tuhan, agar hidup kita menjadi bermakna.

Tekadku:
Tuhan berilah kami hikmat-Mu agar kami dapat menjalani hari-hari kami yang singkat ini dengan hidup bermakna bagi sesama dan juga bagi kemuliaan nama-Mu.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita selalu memohon hikmat pada Tuhan, agar kita bisa menjalani hari-hari kita yang singkat ini dengan hidup benar dan bermakna bagi sesama dan memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«