suplemenGKI.com

MENGENAL-MU DENGAN BENAR: ITU CUKUP BAGIKU!

Mazmur 17:1-9

 

PENGANTAR
Hidup dalam tekanan dan kesulitan bukanlah situasi yang mudah untuk dijalani.  Daud menghadapi situasi yang begitu sulit, sebab musuhnya tidak mengenal belas kasihan seperti singa muda yang siap menerkam selalu membayangi kehidupannya (ayat 12) . Jelas ini adalah situasi hidup yang berat untuk dihadapi. Namun kita belajar dari mazmur ini, bahwa apapun persoalan yang terjadi, tetap Tuhan menjadi satu-satunya tempat untuk mencari perlindungan dan keselamatan.  Mari kita baca dan renungkan bacaan hari ini!

PEMAHAMAN

  • Seberat apapun pergumulan yang dihadapi tidak menjadi penghalang bagi Daud untuk tetap menjalani kehidupan.  Mengapa?
  • Allah seperti apa yang menjadi harapan Daud (ayat 2, 7-8)
  • Bacalah secara perlahan teks hari ini.  Kebenaran apa yang saudara dapatkan?

Melalui perikop hari ini kita dapat menangkap perasaan pemazmur dalam pergumulannya, bahwa seberat apapun pergumulan bukanlah penghalang untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih baik lagi. Mengapa demikian? Sebab, bagi Daud menaruh harapan pada Allah itu cukup baginya.

Allah seperti apa yang menjadi harapan Daud?  Pertama, Allah adalah Hakim yang adil.  Melalui kehidupan Daud ini kita dapat melihat bahwa walaupun seseorang hidup sesuai firman Tuhan (ay. 3-5), namun pergumulan hidup pasti ada.  Apakah Tuhan adil?  Ya, Tuhan itu adil, Dia bekerja sesuai keadilan-Nya.  Ayat 2 “Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman; mata-Mu kiranya melihat apa yang benar”.  Pemazmur memberi tempat bagi Hakim yang adil itu bekerja secara luas dalam hidupnya.  Daud memiliki harapan bahwa bagaimanapun bentuk dan beratnya pergumulan hidup yang di hadapi orang-orang benar, maka Hakim yang adil itu pasti melihat apa yang benar itu.  Dia adil dalam setiap tindakan-Nya.  Ketika kita mempercayai bahwa Tuhan itu adil maka kita pun meyakini bahwa pada saat yang tepat Hakim yang adil itu pasti akan “tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak” (ayat 7).  Hakim yang adil itu memiliki cara dan waktu yang tepat dalam menyatakan keadilan-Nya.

Kedua, Allah itu hidup dan pemilik kehidupan.  Ayat 8 “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu”.  Pemilik kehidupan itu adalah Allah yang hidup.  Sang pemilik kehidupan itu memandang orang benar seperti biji mata, sangat berharga.  Orang benar akan dipelihara Tuhan seperti perlindungan pada biji mata.  Dia juga akan selalu menyelamatkan seperti induk ayam yang selalu menjaga anak-anaknya dengan sayapnya.  

REFLEKSI
Mari merenungkan: Jika kita mempercayai bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil dan pemilik kehidupan maka itu akan memberi ketenangan dan perlindungan di saat kita menghadapi pergumulan yang tidak mudah dijalani.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Dalam situasi apa pun, mampukan aku untuk mengenal-Mu.  Sebab mengenal-Mu sebagai Hakim yang adil dan Pribadi yang hidup sebagai pemilik kehidupan, itu cukup memberi ketenangan bagiku!

TINDAKANKU
Setiap hari belajar mengenal-Mu melalui setiap peristiwa dan pertolongan-Mu.  Sebab mengenal-Mu dengan benar itu lebih dari segalanya dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«