suplemenGKI.com

Mazmur 17:6-12

 

Tunjukanlah kasih setia-Mu yang Ajaib

 

Pengantar: 
            Di tengah penderitaan karena kesewenangan dan perlakuan tidak adil, seseorang bisa saja kecewa dan kemudian berbalik meninggalkan Tuhan. Dan sebagai gantinya dia akan merusaha mencari sandaran lain. Entah itu kekuatannya sendiri, orang lain yang dianggap bisa menolong atau kepada kepercayaan-2 lain. Saya teringat di sebuah desa di sebuah pulau di Indonesia (tidak perlu disebutkan) Mayoritas penduduk adalah kepercayaan lain, hanya beberapa keluarga saja yang Kristen. Keluarga Kristen ini diperlakukan tidak adil dalam hal menikmati air bersih oleh pihak mayoritas. Bahkan ada ancaman, jika orang-2 Kristen itu tidak memeluk kepercayaan lain, maka mereka tidak akan diberi kesempatan mendapat air bersih atau silahkan pilih keluar dari desa tersebut atau memilih kepercayaan lain. Singkat cerita memang ada beberapa keluarga yang akhirnya memilih keluar dari desa tersebut, selebihnya pindah kepercayaan. Bacaan hari ini menunjukkan bagaimana Daud tetap berseru kepada Allah yang ajaib di saat mengalami ketidakadilan.

Pemahaman:

  1. Apa yang diyakini Daud, ketika memohon Tuhan menunjukkan kasih setia–Nya yg ajaib?
  2. Apa makna Daud berseru meminta Tuhan memeliharanya seperti biji mata?

            Kata “Ajaib” (Ibr – Palah) untuk menunjukan karya Allah yang begitu dahsyat dan tidak tertandingi. Kedahsyatan Allah itu juga dipahami Daud melalui penciptaan dirinya (Lih. Maz 139:14 “…kejadianku dahsyat dan ajaib” Maka dapat kita pahami bahwa seruan Daud itu bukan semata karena menderita, takut atau sekedar meminta belaskasihan, tetapi merupakan  sebuah keyakinan bahwa dirinya saja diciptakan Tuhan dengan begitu ajaib, mana mungkin Allah yang sama tidak sanggup menolongnya dari penderitaan dengan cara yang ajaib pula! Kasih setia Tuhan dipahami oleh Daud sebagai sesuatu yang ajaib dan dahsyat.

            Daud juga memahami bahwa dirinya sangat berharga di mata Tuhan, diibaratkan seperti biji mata Tuhan. Kalau dia memahami dirinya sebagai biji mata Allah, maka dia menempatkan diri pada posisi aman, terlindung dan terpelihara sempurna. Kita adalah biji mata Allah maka tidaklah mungkin Dia membiarkan kita terus-menerus mengalami ketidakadilan. Sekalipun dalam waktu tertentu sepertinya Tuhan tidak bertindak untuk menolong, namun dalam waktu yang tidak terduga Allah pasti akan menolong kita.

Refleksi:
Pernahkah anda mengalami penderitaan yang seakan mendorong anda untuk meninggalkan Tuhan? Ingatlah, kita harus memahami bahwa kita adalah biji mata Allah, dan Dia tidak akan membiarkan biji mata-Nya mengalami kepedihan yang terus-menerus, Dia akan segera merawatnya, demikian juga dengan kita, jika kita berseru hanya kepada-Nya.

Tekad:
Tuhan, biarlah di tengah banyaknya kesulitan hidup, ajarlah aku untuk terus berseru kepada-Mu yang memiliki kasih setia yang ajaib.

Tindakan:
Mulai hari ini aku, akan terus berseru kepada Tuhan, apapun keadaan yang aku alami, karena aku yakin kasih setia Tuhan dahsyat dan ajaib bagiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«