suplemenGKI.com

Kamis, 7 Mei 2020

06/05/2020

Berani Hidup

Bacaan Yohanes 14:1-14

 

Pengantar
                Ada slogan yang menyatakan : “Berani mati”, atau “tidak takut mati”. Kalau kita renungkan kata kata ini, benarkah orang-orang tersebut tidak takut mati? Atau orang-orang ini adalah orang-orang yang nekad? atau orang-orang yang tidak berpikir panjang? Atau mungkin orang-orang ini adalah orang-orang yang tidak punya masa depan? Menurut saudara sulit manakah antara hidup atau mati? Mari kita lihat bersama-sama bacaan Alkitab hari ini?

Pemahaman

Ay 1-4, Apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya?

Ay 5, Apa yang ditanyakan Tomas kepada Yesus?

Ay 6-7, Apa jawaban Yesus terhadap pertanyaan Tomas?

Ay 8, Apa reaksi dari Filipus terhadap jawaban Yesus?

Ay 9-11, Apa yang Yesus jelaskan kepada Filipus?

Ay 12-14, Apa yang Yesus janjikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya?

Sebelum Yesus menjalani jalan salib dan meninggalkan murid-murid-Nya di dunia ini, Yesus berpesan:” janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah dan percayalah juga kepada-Ku.” Yesus menjelaskan bahwa di rumah Bapa-Nya banyak tempat tinggal. Yesus akan ke sana dan akan datang kembali dan membawa murid-murid-Nya ke sana.

Tentunya rumah Bapa-Nya sangat menarik dan bahkan menyenangkan sekali bagi murid-murid-Nya, maka Tomas bertanya: Tuhan kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan ke situ?

Maka Yesus menjawab: “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup”. Pernyataan Yesus ini memiliki makna: Pertama, Yesus menegaskan diri-Nya sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Dia adalah jalan bukan sekedar petunjuk jalan (yang mengarahkan). Dialah yang dapat membawa setiap orang berdosa kepada Allah yang kudus. Membawa ke dalam hidup yang kekal melalui pengorbanan-Nya. Kedua, kata jalan dapat dimengerti sebagai cara hidup dan cara bertindak dalam kehidupan. Yesus berkata Akulah jalan, Ia sedang mengajak para pendengar-Nya agar melihat dan mengikuti jalan hidup-Nya. Dengan mengikuti jalan hidup Yesus, mereka akan sampai kepada Bapa. Ketika mereka mengikuti jalan Yesus mereka akan menemukan kebenaran-kebenaran yang sejati yang membawa mereka pada hidup yang kekal (bnd Mat 11:28, Mat 16:24)

Pernyataan Yesus: Akulah jalan, kebenaran dan hidup, bukan berarti Yesus mau mengajak pengikut-Nya untuk mati bersama-sama dengan Dia, Namun mengajak murid-murid-Nya untuk hidup sebagai pengikut Kristus. Bukan berani hidup dengan sesuka hatinya atau sekedar hidup saja, namun benar-benar hidup sejalan dengan Kristus.

Yesus menyatakan tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Hal ini membuktikan bahwa Yesus satu-satunya Juru Selamat yang dapat membawa orang yang percaya kepada Bapa. Namun hal ini juga menunjukkkan betapa hubungan Yesus dan Bapa itu dekat dan erat. Yesus juga berharap bahwa orang-orang yang percaya memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya seperti Yesus dekat dengan Bapa. Sehingga kedekatan kita dengan Yesus sama dekatnya kita dengan Bapa. Maka setiap kali kita menjalani hidup ini kita yakin bahwa Bapa juga bersama-sama dengan kita karena kita percaya pada Yesus.

Refleksi
Ambil waktu untuk menenungkan: Bagaimana kita menjalani hidup ini? Apakah di jalan Kristus ataukah di jalan sendiri?

Tekadku
Ya Tuhan, seringkali kami hidup dengan cara dan pola kami sendiri, kami tidak mengikuti jalan-Mu, ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Mau menyerahkan setiap langkah hidup saya supaya sesuai dengan jalan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»