suplemenGKI.com

Kamis, 7 Maret 2013.

06/03/2013

Mazmur 32:7-11.

 

Kerinduan Tuhan Kepada Umat-Nya

Pengantar:
John Rosemond, seorang pakar konselor keluarga, berkata tentang peran seorang ayah terhadap anak-anaknya. Bahwa seorang ayah tidak cukup hanya sekedar hadir dalam hidup anak-anaknya, melainkan harus dengan penuh semangat terlibat dalam proses mengasuh anak-anaknya untuk menjadi baik. Ada enam cara agar ayah semakin terlibat dalam hidup anak-anaknya: 1. Temukan aktifitas yang dapat dilakukan bersama mereka, 2. Bantu anak untuk mengembangkan hobi dan minatnya, 3. jangan terlalu membuat aturan disiplin yang ketat, 4. jadilah pendengar yang baik terhadap anak anda, 5. kasihi ibu dari anak-anak anda dengan sepenuh hati, 6. Ingat tidak pernah ada istilah terlambat untuk selalu berkata “Aku mengasihi mu” kepada anak-anak anda. Jika enam hal itu dilakukan terus niscaya anda akan melihat anak-anak anda baik dan bersukacita. Allah merindukan umat-Nya senantiasa bersukacita, itulah yang dialami Daud dalam mazmur 32 ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak Allah nyatakan kepada Daud, terkait dengan keinginan-Nya di ayat. 8-9?
  2. Bagaimana perbedaan antara orang yang meresponi keinginan Allah dengan yang menolaknya (10)
  3. Apa alasan bagi orang benar dan jujur sehingga mereka bersorak-sorai? (11)

Sebagaimana diungkapkan oleh John Rosemond di atas, berbagai cara bisa dilakukan oleh orang tua agar anak-anaknya bersukacita, demikian juga Allah, yang adalah Bapa kita. Dia tidak ingin umat-Nya menderita, merana dan dirundung kesedihan karena dosa. Itu sebabnya Dia ingin mengajar dan menunjukan jalan yang benar dan harus ditempuh oleh umat-Nya. Selain itu Allah juga selalu rindu memberikan nasihat, petunjuk yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh umat-Nya. Semua kerinduan Tuhan itu dilatarbelakangi karena Dia sangat mengasihi umat-Nya. Kasih semacam itulah yang telah dialami oleh Daud, sehingga dia merasa bersukacita (Lih. 8) Allah tidak ingin umat-Nya berlaku seperti bagal (hewan bebal yang suka mengulangi kesalahan yang sama) walaupun kelihatannya gagah dan kuat. Maka tidak heran hewan yang demikian harus dikendalikan dengan tali atau kekang, itulah gambaran orang fasik/orang berdosa. Tuhan merindukan agar umat-Nya mengerti apa yang dikehendaki-Nya. Ketika orang-orang benar dan jujur menyadari kehendak Allah dalam hidupnya yaitu ingin selalu diajar, dituntun, dinasihati dan diarahkan maka di sanalah ia patut bersukacita dan bersorak sorai. Karena Tuhan menyayanginya. Kerinduan Tuhan bagi hidup kita adalah agar kita menjadi baik dan bersukacita menikmati hidup ini.

Refleksi:
Renungkan sejenak, betapa Tuhan merindukan kita sebagai umat-Nya selalu hidup dalam kesukacitaan. Kerinduan Tuhan itu seharusnya kita responi dengan ketaatan, kerelaan untuk diajar, dituntun dan diarahkan oleh-Nya. Dengar terus hidup dalam ajaran, petunjuk serta arahan Tuhan maka kita tidak akan mengalami kebinasaan, melainkan kebahagiaan. Kebahagiaan di dalam Tuhanlah yang memungkinkan kita bersukacita, bersorak sorai senantiasa.

Tekad:
Tuhan, tolonglah aku, agar senantiasa ingin diajar, dituntun dan diarahkan oleh firman-Mu, mampukan aku untuk meresponi dengan baik setiap perkataan firman-Mu dalam perjalanan kehidupanku, agar aku dapat bersukacita dan bersorak sorai dalam hidupku.

Tindakan:
Mulai hari ini aku akan menyelidiki dan mengingatkan hati sanubariku agar selalu merindukan ajaran, petunjuk dan arahan dari Tuhan Yesus, sehingga hidupku penuh dengan sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«