suplemenGKI.com

Kamis, 7 Juni 2018

06/06/2018

Ku Tak Akan Menyerah

II Korintus 4:13-15

 

Pengantar
Hidup itu penuh tantangan, demikian pula dalam karya pelayanan. Tapi orang beriman tak akan pernah mundur karena tantangan yang menekan. Apakah yang membuat orang beriman berani menghadapi tantangan dan tekanan? Marilah kita merenungkannya! 

Pemahaman 

  • Ayat 13-14 : apakah yang membuat Paulus berani berkata-kata dalam pemberitaan Injil?
  • Ayat 15      : apakah yang membuat Paulus mengucap syukur dengan melimpah?

Bagi Paulus, Injil merupakan harta yang tak ternilai, sungguh sangat berharga. Namun sebaliknya, pemberita Injil justru digambarkan seperti  rentan dan tak bernilai. Paulus menyebutnya sebagai bejana tanah liat ( ayat 7). Kerentanan bejana tanah liat ini dialami oleh Paulus saat memberitakan Injil yaitu saat menghadapi tantangan dan tekanan, ditindas dan dianiaya. (ayat 8-9). Menariknya, bejana tanah liat yang rentan pecah itu justru mampu menghadapi tantangan dan tekanan dengan kuat. Ada kekuatan Ilahi yang menghidupi kekuatan bejana yang rentan. Bila dia kuat karena ada kekuatan ALLAH yang menopangnya. (ayat 7). Maka meski Paulus ditekan dari berbagai sisi, tetap tidak bisa sepenuhnya disudutkan. Tidak pernah sampai tidak ada ruang untuk bergerak lagi, tidak pernah sampai ada kata menyerah.

Di tengah tekanan yang bisa mematikan,  Tuhan selalu menyelamatkan dia dari keputusasaan dan kehancuran. Rasul Paulus menghayati bahwa penderitaannya bagaikan penderitaan Kristus, maka kelepasan yang berulang-ulang dia alami juga merupakan bukti kuasa kebangkitan Tuhan (ayat 10-11). Kuasa itu tampak saat Paulus tidak putus asa dalam menghadapi maut dan perlawanan musuhnya. Iman akan kuasa itu membuat Paulus tidak akan diam saja (13). Pengalaman itu menguatkan jemaat Korintus, supaya kebangkitan Kristus yang telah dia alami akan membangkitkan juga orang percaya di Korintus. Maka penderitaan yang Paulus alami akan berujung pada kemuliaan Allah (14-15).

Kita tentu tidak pernah berharap mengalami penderitaan di dalam pelayanan. Mungkin kita juga tidak bisa memahami mengapa harus ada rintangan bagi orang beriman dan khususnya para pelayan TUHAN. Wawasan dan pengalaman Paulus dalam penderitaannya menolong kita memahami bahwa ada maksud TUHAN di balik semua itu. Justru di dalam kesulitan itulah, kita ambil bagian dalam penderitaan Kristus karena pelayanan-Nya. Lebih dari itu, kita juga akan mengalami kemenangan-Nya atas semua penderitaan itu. Sebab itu, jangan pernah menyerah dan mundur karena adanya tantangan dalam iman dan pelayanan.

Refleksi
Dalam keheningan, ingat dan bayangkanlah rintangan dan tantangan yang pernah Saudara alami. Ingatlah pula bagaimana cara Tuhan menolong dan memberi kekuatan untuk menghadapi semua itu. Sekarang bersyukurlah atas kekuatan dan pertolongan yang selalu TUHAN berikan di tengah tantangan dan kesulitan. 

Tekadku
Ya Tuhan, mantapkanlah langkahku untuk tetap setia melayani-Mu walau tantangan dan rintangan menghadang.

Tindakanku

  • Aku akan tetap semangat di tengah segala kesulitan yang menekan
  • Aku akan menguatkan teman yang sedang berjuang menghadapi kesulitan dan tantangan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»