suplemenGKI.com

Kamis, 7 juli 2016.

06/07/2016

Mazmur 82

 

Allah Adalah Penguasa Tertinggi Yang Adil

Pengantar:
Bacaan pada renungan hari ini diambil dari Mazmur 82. Tafsiran The Wycliffe Bible Commentary, menyatakan bahwa mazmur 82 ini merupakan syair yang bersifat mendidik yang menampilkan suasana penghakiman terhadap tindakan ketidakadilan. Syair yang bersifat mendidik ini dilatarbelakangi oleh tindakan ketidakadilan yang terjadi di antara manusia yang dalam bagian ini ditunjukkan justru oleh para penguasa, baik dalam lingkup politik maupun dalam lingkup kerohanian atau pemimpin umat yang kemudian disebut sebagai orang-orang fasik. Kelompok yang menjadi korban ketidakadilan itu adalah kaum miskin, anak yatim dan mereka yang lemah. Pelajaran apa yg bisa kita ambil dari syair ini?

Pemahaman:

  1. Siapakah yang dimaksud dengan Allah yang berdiri dalam sidang ilahi itu? (v.1a, 8)
  2. Apakah seruan didikan yang disampaikan melalui ayat 2-4?
  3. Apakah konsekuensi yang akan dialami oleh penguasa yang bertindak tidak adil itu? (v.7)

Melihat sepintas di ayat 1a, kita bisa mengetahui bahwa yang dimaksud dengan “Allah yang berdiri…” adalah menunjuk pada Allah yang adalah Sang Penguasa tertinggi. Sedangkan yang dimaksud dengan sidang ilahi, itu berbicara tentang bangsa Israel termasuk  di dalamnya ada para penguasa dan para pemimpin agama. Para penguasa dan pemimpin agama itu telah melakukan ketidakadilan kepada kaum miskin, yatim dan orang lemah (v. 5)

Dalam pengadilan itu Allah berseru kepada kaum penguasa dan pemimpin agama yang korup, lalim dan kotor perilakunya. Tindakkan korup, lalim dan kotor itu ditunjukkan oleh para penguasa dan pemimpin agama itu dengan lebih berpihak kepada orang fasik (orang yang tidak mengenal Tuhan, bisa jadi mereka adalah raja-raja kafir di sekitar bangsa Israel). Kemudian para penguasa dan pemimpin agama itu juga tidak mempedulikan kesengsaraan kaum miskin, yatim dan orang-orang lemah, yang seharusnya diperhatikan dan dibela hak-haknya. Atas semua tindakan ketidakadilan itulah Allah berseru, agar para penguasa dan para pemimpin agama itu memberikan keadilan, membela, meluputkan dan melepaskan kaum miskin, kaum yatim dan orang-orang lemah dari tindakan ketidakadilan.

Jika seruan Allah itu tidak diperhatikan oleh para penguasa dan para pemimpin agama, maka mereka akan mengalami kematian sebagai hukumannya. Dari sini kita belajar, bahwa Allah yang Maha Tinggi sangat membeci orang yang menindas dan berlaku tidak adil kepada sesamanya, terutama kepada kaum lemah. Kita juga belajar bahwa berlaku adil dan memperhatikan apa yang menjadi hak orang lain adalah kesukaan bagi Tuhan.

Refleksi:
Renungkan, sudahkah kita berlaku adil kepada sesama kita, terutama kepada mereka yang lemah? Dan sudahkah kita memperhatikan hak orang lain? Terutama mereka yang lemah?

Tekad:
Belajar melakukan seruan Tuhan, memperlakukan orang lain dengan adil sesuai dengan haknya.

Tindakan:
Bersyukur karena Tuhan yang telah memperlakukan kita dengan adil dan memperhatikan hak kita dengan memperlakukan dan memperhatikan hak orang lain dengan adil.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«