suplemenGKI.com

Mazmur 29:10-11

 

“Hanya Tuhan Yang Dapat”

 

Pengantar:
Tidak jarang ketika kita menginginkan sesuatu yang besar atau istimewa atau ketika kita ingin melakukan sesuatu namun sadar bahwa ternyata kita tidak mampu untuk mendapatkan atau melakukannya, maka kita akan segera mengarahkan pikiran pada sosok atau pribadi yang kita yakin dapat menyediakan dan melakukannya bagi kita. Saya ingat ketika saya masih kecil, saya ingin sekali makan buah durian, tetapi saya tidak bisa membelah buah durian itu, pikiran saya langsung mengarah pada papa yang saat itu ada di samping saya dan segera meminta tolong pada papa untuk membelah buah durian itu, dan saya pun bisa menikmati buah durian itu. Hari ini tema renungan kita adalah “Hanya Tuhan Yang Dapat”.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditunjukan oleh Pemazmur melalui pernyataannya di ayat 10?
  2. Apa yang hendak ditegaskan oleh Pemazmur melalui kalimat pengharapan di ayat 11?

Kita sering mendengar istilah “Bersemayam”, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bersemayam artinya: duduk, berkediaman, tersimpan atau terpatri. Semua pengertian itu mengarah pada suatu posisi yang tetap, tidak berubah, permanen atau tidak tergoyahkan. Nah ketika kata bersemayam ini dilekatkan pada Tuhan, maka menunjukan bahwa Tuhan itu berkuasa dan kuasanya tidak berubah, tidak tergoyahkan atau tidak tergerus oleh apapun juga termasuk oleh fenomena alam seperti air bah misalnya. Penghayatan ini menolong kita untuk semakin memiliki keyakinan bahwa Allah kita di dalam Tuhan Yesus Kristus memang Allah yang dapat diandalkan untuk segala kebaikan kita. Pernyataan Pemazmur di ayat 11 sebenarnya menunjukan sebuah fakta tentang Allah kita yang dapat diandalkan itu. Dua kalimat yang bernada pengharapan “Tuhan kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, Tuhan kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!” adalah Pemazmur hendak menegaskan bahwa hanya di dalam Tuhan saja ada kekuatan bagi kita untuk menghadapi tantangan hidup, baik berupa kedahsyatan alam maupun himpitan hidup. Bukan hanya memberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan hidup, tetapi Tuhan juga dapat memberikan kesejahteraan. Kesejahteraan yang dimaksud bukan sekedar bersifat materi atau kecukupan hidup tetapi lebih khusus kesejahteraan batin karena anugerah keselamatan kekal yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada yang mempercayai-Nya (Band. Yohanes 14:6).

Refleksi:
Pernahkah saudara mengalami kesulitan untuk mendapatkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu? Apa yang ada dalam benak saudara ketika mengalami hal tersebut. Hari ini ada jawabannya, ketika kita ada kesulitan untuk mengerjakan atau mendapatkan sesuatu selama itu berkenan di hadapan Tuhan, berserulah kepada-Nya,  Dia dapat menolong kita.

Tindakanku:
Mari kita belajar untuk mengarahkan pikiran dan hidup kita kepada Tuhan, karena hanya Dia yang dapat diandalkan untuk menolong kita menghadapi kesulitan dan perjuangan hidup ini.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, sekarang kami tahu bahwa hanya Engkau yang dapat menolong kami di saat kami diliputi kesulitan dan perjuangan hidup yang berat, Tolonglah kami ya Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«