suplemenGKI.com

Dipanggil dan DiutusNya

Yeremia 1:1-10.

Pengantar
                Ketika kita akan bekerja di suatu tempat biasanya kita akan menulis surat lamaran ke perusahaan tersebut, ada kalanya surat itu lebih dari satu, karena kita berharap cepat dipanggil dan cepat kerja di tempat tersebut. Kalau kita dipanggil oleh kantor/perusahan yang kita lamar, maka hati kita cukup senang, apalagi kita sudah melalui seleksi dan kita diterima di tempat tersebut. Ada kebanggaan tersendiri karena kita dapat bekerja ditempat yang kita senangi.Bagaimana pengalaman nabi Yeremia ketika dipanggil oleh Tuhan?

Pemahaman

Ay 1-3, Dari mana Yeremia dipanggil oleh Tuhan?

Ay 4-5, Apa yang Tuhan katakan kepada nabi Yeremia?

Ay 6, Apa jawaban Yeremia terhadap panggilan Tuhan?

Ay 7-10, Apa yang Tuhan lakukan untuk Yeremia?

Yeremia dipanggil Tuhan dari Anatot di tanah Benyamin, keturunan imam. Firman Tuhan datang kepada Yeremia menyatakan bahwa Tuhan yang membentuk Yeremia sejak dirahim ibunya. Tuhanlah yang mengenal Yeremia bahkan yang mengkuduskan dan mengangkat dia menjadi nabi atas bangsa-bangsa.

Yeremia menjawab bahwa dia tidak pandai berbicara dan masih muda. Ada kegentaran dalam diri Yeremia karena ia masih muda dan belum ada pengalaman menghadapi bangsa-bangsa.

Tuhan mengingatkan kepada Y eremia bahwa kepada siapapun dia diutus, ia harus pergi dan menyampaikan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada bangsa-bangsa lain. Tuhan berjanji akan menyertai Yeremia waktu diutus bagiNya. Maka Tuhan mengulurkan tanganNya menjamah mulut Yeremia, dan menaruh perkataan-perkataanNya dalam mulut Yeremia. Maka Tuhan meneguhkan Yeremia dengan berkata :janganlah takut.

Tuhan juga memberikan kuasa kepada Yeremia untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan  di dunia ini

Tuhan dengan jelas memangil dan mengutus Yeremia, namun Tuhan dengan jelas pula memberikan penyertaanNya kepada hamba yang dipanggil dan diutusNya.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Kapan saudara merasa dipanggil dan diutus oleh Tuhan? Apakah saudara sudah mengerjakan tugas panggilanNya?

Tekadku
Ya Tuhan ampunilah kami, yang tidak pernah memikirkan tugas panggilanMU di dunia ini, seringkali kami terlalu sibuk dengan diri kami sendiri.

Tindakanku
Hari ini saya menyadari bahwa Tuhan memanggil saya dan memberikan tugas pelayananNya. Maka saya harus bertanggung jawab untuk apa yang telah Tuhan berikan kepada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*