suplemenGKI.com

Kamis, 6 Mei 2021

05/05/2021

KUALITAS SAHABAT

Yesaya 5:1-2

 

PENGANTAR
Sahabat adalah pribadi yang bisa merasakan suka duka yang di alami seorang sahabatnya. Sedangkan teman adalah pribadi yang tidak terlalu dekat dengan kita.  Tahu karena hanya bertatap muka satu kali atau beberapa kali sebatas ada kepentingan tertentu.  Tetapi sahabat adalah pribadi yang menemani, merasakan dan berbagi pahit manisnya hidup.  Kualitas sahabat jelas berbeda dibanding pertemanan.  Bacaan hari ini mengajak kita memahami kualitas tindakan Allah sebagai sahabat bagi orang percaya. Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Istilah apa yang Yesaya gunakan untuk menggambarkan tindakan Allah? (ayat 1)
  • Bagaimana Yesaya menggambarkan kualitas tindakan Allah bagi Israel? (ayat 1-2)
  • Apakah saudara bersedia dibentuk oleh Dia Sang Sahabat?

Pertemanan terjadi karena saling tahu, relasinya tidak terlalu intens. Wajar bila kebersamaan sebagai teman yang diharapkan dapat saling menopang akan sangat jarang terjadi.  Berbeda dengan kualitas sahabat yang dimulai dari adanya komitmen.  Pengenalan keduanya juga diharapkan bisa lebih mendalam.  Relasi yang kurang lebih sama juga menjadi perumpamaan yang Yesaya gambarkan antara Allah dan Israel sebagai umat-Nya (ayat 7).  Cerita tentang pemilik kebun anggur ini diangkat oleh Yesaya untuk menggambarkan bagaimana serius dan bertanggungjawabnya pemilik kebun untuk mengusahakan kebunnya.

Keseriusan itu tampak ketika sang pemilik memilih lokasi “di lereng bukit yang subur. Ia mencangkul dan membuang batu-batunya dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan”  (ayat 2).  Batu menjadi tantangan bagi pertumbuhan, karena di samping menghambat pertumbuhan akar, juga akan menghalangi masuknya nutrisi dari tanah.   Dengan kata lain, segala pertimbangan dan daya upaya yang terbaik dilakukan pemilik demi kebaikan kebun anggurnya.  Yesaya  hendak mengingatkan bahwa sejak awal Allah sebagai pemilik kebun anggur telah melakukan yang terbaik bagi umat-Nya.  Allah bukan hanya memanggil Israel sebagai umat, tetapi juga menyatakan penyertaan-Nya.  Allah lebih dari sekadar sahabat bagi Israel.  Dia melakukan kebaikan karena Ia adalah Sang Sumber Kebaikan yang diperlukan  Israel.

Kebaikan Allah sebagaimana dinyatakan kepada Israel, juga dilakukannya kepada setiap kita. Allah melakukan kebaikan karena Dia adalah pemilik kehidupan kita.  Allah dekat dan menjadi sahabat bagi kita.  Maka, Dia berhak melakukan apa yang dipandang baik untuk kita.  Ada banyak kebaikan Tuhan yang bisa kita ingat dan renungkan.  Meskipun terkadang tidak mudah menerimanya, namun semua keadaan itu ibarat tanah yang sedang dicangkul, ranting yang dibersihkan, atau batu-batu dosa yang sedang dibersihkan, supaya hidup kita dapat bertumbuh dengan lebih baik.  Allah tidak bermaksud mendukakan kita.  Semua itu dilakukannya demi kasih-Nya sebagai Tuhan dan Sahabat. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Allah adalah pemilik kehidupan yang menempatkan orang percaya sebagai umat dan sahabat.  Itu sebanya, Dia tahu yang terbaik dan terus akan melakukan kebaikan bagi semua orang yang bersedia bersahabat dengan diri-Nya. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk kebenaran firman-Mu hari ini yang mengingatkan begitu berharganya kualitas kasih-Mu bagiku.  Sebagai umat dan sahabat-Mu, tolonglah agar aku bersedia Engkau bentuk sebab Engkaulah sahabat yang paling tahu yang terbaik bagiku. 

TINDAKANKU
Hari ini aku bersedia meninggalkan karakter dosa atau kebiasaan diriku yang merusak hubungan pribadiku dengan Kristus, sebagai sahabatku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»