suplemenGKI.com

Kamis, 6 Mei 2010

05/05/2010

Yohanes 5:1-9

Beribadah dan Berbuat

Biasanya orang Yahudi pergi beribadah ke Yerusalem karena merayakan hari besarnya mereka, misalnya: Hari Raya Paskah, Pondok Daun, atau Pentahbisan Bait Allah. Namun dalam pasal ini tidak ditulis hari raya apakah yang sedang mereka rayakan. Yang jelas bahwa peristiwa ini terjadi di kolam Betesda dan pada hari Sabat.

  1. Apa yang menjadi kebiasaan atau tradisi dari kolam Betesda?
  2. Mengapa orang yang lumpuh tersebut tidak ada yang menolong?
  3. Mengapa Yesus bertanya kepada orang lumpuh: Maukah engkau sembuh? Apa jawaban dari orang lumpuh tersebut?
  4. Sebutkan apa yang dilakukan Tuhan Yesus kepada orang lumpuh tersebut!
  5. Apa makna peristiwa diatas tersebut bagi saudara?

Renungan

Seperti biasanya pada hari raya orang Yahudi Yesus pergi beribadah ke Yerusalem. Dekat pintu Gerbang Domba ada kolam Betesda. Kalau air kolam Betesda itu goyang, maka dipercayai oleh masyarakat, bahwa air kolam yang goyang itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Maka tidaklah mengherankan kalau dekat kolam itu ada banyak orang-orang yang sakit sedang berbaring di sana.

Yesus menuju ke kolam itu dan bertemu dengan orang lumpuh yang sudah 38 tahun menderita. Yesus berkata kepada orang yang lumpuh tersebut: ”Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini dijawab oleh penderita lumpuh dengan panjang lebar, ia menjelaskan bahwa tidak ada orang yang mau membantunya untuk menurunkan dia ke kolam waktu airnya goncang. Dengan susah payah orang lumpuh tersebut menuju ke kolam, namun orang lain sudah banyak yang mendahuluinya, sehingga ia selalu terlambat untuk masuk ke kolam waktu airnya gonyang. Mengapa orang yang lumpuh 38 tahun itu selalu terlambat masuk kolam? Ada beberapa alasan: 1. Tidak ada keluarga yang mendampingi dia, sehingga ia hanya berjuang sendiri, 2. Semua orang yang ada disana, masing-masing hanya memikirkan dirinya sendiri untuk dapat sembuh. Setelah mereka sembuh, mereka kembali ke keluarganya masing-masing. 3. Air dalam kolam Betesda itu tidak pernah dapat diperkirakan kapan bergoyangnya, maka bagi mereka yang waktu itu melihat air goncang, ia akan segera menuju ke sana terlebih dahulu. Hal-hal inilah yang membuat orang yang lumpuh tetap seperti sedia kala, karena tidak ada orang yang membantunya.

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah”. Yesus memakai cara yang berbeda untuk menyembuhkan orang yang lumpuh tersebut, yaitu dengan cara memberikan perintah untuk bangun dan berjalan. Maka bersuka-citalah orang yang tadinya lumpuh sekarang dapat berjalan.

Bagian ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang sedang beribadah ke Yerusalem, namun sedikit orang yang mau memperhatikan mereka yang sedang menderita secara fisik. Demikian juga dengan orang-orang yang telah sembuh dari sakit jasmaninya, mereka lupa bahwa ada orang-orang yang dulunya teman sepenanggungan yang masih sakit dan perlu untuk dibantu menjadi sembuh. Hal lain yang kita dapatkan bahwa kuasa Yesus tidak pernah terbatas untuk dapat menyembuhan orang yang sakit secara jasmani.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»