suplemenGKI.com

Kamis, 6 Maret 2014

05/03/2014

Bacaan : Mazmur 32 : 1-11

“Kebahagiaan Orang Yang Diampuni Dosanya”

PENGANTAR
Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada kebahagiaan orang yang merasa dimengerti, diterima dan dicintai kembali. Tidak ada kebahagiaan yang lebih mendalam dari pada kebahagiaan orang yang mengalami kasih Allah. Yang memberi pengampunanNya kepada orang-orang yang menyesali dosa-dosanya. Pemazmur ingin membagikan pengalaman menerima anugerah pengampunan Allah kepada kita sekalian hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana pengalaman pemazmur dalam menyembunyikan dosa, akhirnya mengaku dan menerima pengampunan dosa? (ay 3-6)
  2. Kebahagiaan seperti apa yang dialami pemazmur? (ay 1,2)
  3. Begaimana keyakinan pemazmur dan sikapnya setelah menerima pengampunan dosa? (ay 7-11)

Bagi pemazmur jatuh dan hidup dalam dosa, apalagi menyembunyikan dosa, merupakan pengalaman yang sangat tidak mengenakkan. Ia menggambarkan dengan kata, tulang-tulangku menjadi lesu, aku mengeluh sepanjang hari, tanganMu (Tuhan) menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering. Kata-kata tersebut diungkapkan pemazmur manakala ia menderita akibat dosa-dosanya. Ia berpikir dapat menyembunyikan dosa-dosanya tetapi semakin ia menyembunyikan dosa-dosanya ia semakin menderita, dan Tangan Tuhan menekan berat. Pemazmur sadar bahwa ia tidak dapat menyembunyikan dosa-dosanya, oleh sebab itu ia segera mengakui dosa-dosanya di hadapan Tuhan. Ia tuturkan semua dosa dan pelanggarannya kepada Tuhan. Ia menyatakan pertobatannya (Ay 5) Tuhan itu adil dan penuh kasih! Ia mengampuni dosa-dosa pemazmur dengan anugerah yang luar biasa.

Bagi pemazmur, mendapat pengampunan dari Tuhan merupakan pengalaman bahagia yang tiada taranya (ay 1,2). Ia mengungkapkan kebahagiaannya dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah tempat persembunyian, penjaga, pelindung hidup pemazmur (7).  Ia juga mengungkapkan tekadnya untuk terus berjalan di jalan Tuhan, dan terus memandang Tuhan (ay 8) dan akhirnya pemazmur mengajak umat Tuhan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan (ay 11)

Pengalaman pemazmur mengajar kepada kita agar ketika kita berdosa kepada Tuhan, janganlah kita menahan dan menyembunyikan dosa itu, tetapi kita diajar untuk bertobat / mengakui dosa kita dengan jujur, sehingga kita akan mendapat anugerah pengampunan dari Tuhan betapa bahagianya jika kita mendapat anugerah itu.
Mari kita contoh iman Pemazmur! Amin

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan dengan menjawab pertanyaan berikut :
Seringkah saudara berbuat dosa? Bagaimana saudara mengatasi dosa? Apakah pernah saudara menyembunyikan dosa? Mengapa? Sudahkah saudara mengakui di hadapan Tuhan? Bagaimana perasaan saudara setelah mengakui dosa?

TEKADKU
Ya Tuhan dosa membuat saya menderita, saya tidak mau menyembunyikan dosa, bimbinglah saya untuk mengakui dosa saya dengan jujur (diteruskan dengan doa pengakuan dosa)

TINDAKANKU
Hari ini saya bertekad untuk mengaku dosa, dari setiap dosa dan kesalahan yang saya lakukan saya harus hidup dalam pertobatan dan hidup di jalan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«