suplemenGKI.com

Kamis, 6 Juni 2013

05/06/2013

Galatia 1:1-10

 

Kasih Karunia Allah adalah Kabar Baik Sejati

 

Pengantar

Tentu kita merasa kesal ketika tanpa sadar menerima uang palsu. Akan tetapi, pernahkah kita memastikan apakah Injil yang kita miliki sekarang ini asli atau palsu? Sekarang inilah saatnya kita merenungkan hal tersebut.

 Pemahaman
-          ay. 6-7: Apakah artinya “Injil”? Apa pula yang dimaksud dengan “suatu
                            injil lain”? Apakah perbedaannya dengan “Injil Kristus”?

-          Setujukah Saudara bila dikatakan bahwa keselamatan / pengampunan
           yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang yang percaya kepada
           Kristus itu tanpa ada harga yang harus dibayar? Mengapa?

Kata “Injil” sebenarnya berasal dari bahasa Yunani “euaggelion”, yang berarti kabar baik. Dan kabar baik yang dibawa rasul Paulus kepada orang Galatia ialah adanya kasih karunia Allah yang begitu nyata, bukan hanya sekadar kata-kata, di dalam Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya (ay. 3-4). Kasih karunia ini merupakan kabar baik bagi orang Galatia, dan juga bagi setiap orang berdosa secara keseluruhan, karena di dalam kasih karunia Allah itulah ada pengampunan atas dosa manusia. Itu berarti kasih karunia itu juga merupakan pengharapan bagi setiap orang berdosa yang mendambakan kelepasan atas dosa yang mengikat diri mereka. Kasih karunia yang sedemikian luar biasa itu dapat diterima hanya dengan percaya saja, tanpa ada embel-embel apa-apa. Bagaimana cara kita dapat menerima kasih karunia yang sedemikian luar biasa inipun merupakan bagian dari kabar baik itu sendiri.

Namun ternyata ada sekelompok orang yang mengajarkan suatu kabar baik yang berbeda dengan yang disampaikan oleh rasul Paulus. Suatu kabar baik yang disebut dengan “suatu injil lain” ini mengajarkan bahwa manusia berdosa baru dapat menikmati kasih karunia Allah, yaitu pengampunan dan pembebasan atas dosa-dosanya, tatkala mereka mau percaya kepada Kristus ditambah dengan syariat-syariat atau tradisi-tradisi tertentu.

Kita sudah terbiasa dengan konsep bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, kita harus membayar sejumlah harga. Konsep semacam ini menjadi penghalang bagi sebagian orang untuk menerima Injil Kristus, yang menyodorkan pengampunan dan pembebasan dari dosa hanya dengan percaya saja. Adalah lebih masuk akal apabila kita harus melakukan sesuatu untuk dapat memperoleh kasih karunia Allah tersebut. Nampaknya pemikiran inilah yang membuat orang-orang Galatia begitu lekas berbalik dari Allah serta mengikuti suatu injil lain itu (ay. 6). Frasa “begitu lekas” dalam ayat 6 ini menandakan bahwa perubahan tersebut terjadi dalam waktu singkat. Artinya, tidak lama setelah mereka percaya kepada Kristus, kemudian mereka berbalik mengikuti injil lain itu.

Sesungguhnya, pengampunan atas dosa-dosa kita itu tidaklah cuma-cuma. Sekalipun kita menerimanya dengan tanpa harus bayar apa-apa, selain percaya saja, tidak berarti pengampunan itu tanpa harga. Ada harga yang harus dibayar agar kita dapat memperoleh pengampunan tersebut, namun bukan kita yang membayarnya, melainkan Kristus (1Pe. 1:19).

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan adakah suatu tindakan-tindakan keagamaan atau tradisi-tradisi yang kita lakukan dan membuat kita merasa layak untuk mendapatkan pengampunan dari Allah? Pada waktu Allah menganugerahkan pengampunan-Nya, IA tidak menuntut kita untuk membayar sebuah harga, sebab Ia telah membayarnya di kayu salib.

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya yang lemah ini agar tidak berpaling dari Injil Kristus. Mampukan saya untuk terus berpegang pada Injil-Mu saja. Amin.

 Tindakan
Untuk memperkokoh keyakinan kita bahwa Injil Kristus, yaitu kabar baik tentang kasih karunia Allah, dapat kita miliki dengan cuma-cuma, marilah kita menghafal Efesus 2:8-9. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»