suplemenGKI.com

Kamis, 6 Juli 2017

05/07/2017

Keserakahan Menenggelamkan Kebenaran

1 Raja-raja 21:1-16

 

Pengantar
                Kapan seseorang merasa puas dengan apa yang dimilikinya? Tentu jawaban ini bergantung dari tiap-tiap orang. Ada yang sudah merasa puas dengan yang ia sudah miliki, ada yang merasa belum puas dengan apa yang ia miliki dan terus ingin mengejarnya bahkan dengan segala macam cara. Haruskah kepuasan itu dikejar sampai mendapatkannya? Dan bagaimanakah cara mendapatkannya? Mari kita belajar kasus kebun anggur Nabot. 

Pemahaman

Ay 1, Siapakah Nabot dan apa yang ia miliki?

Ay 2-3, Apa yang diingini raja Ahab terhadap Nabot, dan apa jawaban Nabot?

Ay 4-7, Apa yang membuat susah raja Ahab? Dan apa yang dilakukan istrinya (Izebel)?

Ay 8-14, Rekayasa apakah yang sedang dilakukan oleh Izebel kepada Nabot?

Ay 15-16, Apa yang dilakukan Izebel setelah mendengar Nabot meninggal?

Ada seorang yang bernama Nabot memiliki sebidang tanah, letaknya disamping Istana raja Ahab. Raja Ahab rupanya mengingini tanahnya Nabot dan berusaha untuk memilikinya. Maka terjadi interaksi antara Nabot dan Raja Ahab, Raja Ahab berusaha dengan gigih untuk mendapatkan kebun anggur Nabot, namun Nabot tetap pada pendiriannya bahwa kebun anggurnya adalah miliki pusaka nenek moyangnya, maka kebun anggurnya tidak akan pernah dijualnya.

Mendengar jawaban Nabot yang tidak mau menjual miliki pusaka nenek moyangnya, maka raja Ahab menjadi sedih dan bahkan tidak mau makan. Istrinya raja Ahab mencoba mengetahui mengapa raja Ahab menjadi sedih dan tidak mau makan? Maka setelah mendengar keterangan dari raja Ahab, Izebel mulai mengingatkan kepada Ahab bahwa sebagai seorang raja memiliki kekuasaan yang tinggi atas Israel, dan Izebel berjanji akan memberikan kebun anggur Nabot kepada raja Ahab.

Maka Izebel mulai merekayasa kasus penghinaan kepada Allah dan raja dengan tertuduh Nabot, ditambah dengan saksi-saksi palsu, pemuka-pemuka, tua-tua dan banyak orang-orang sekota tersebut. Akhirnya Nabot dihukum mati dengan cara dilempari batu. Izebel berhasil merekayasa kasus yang palsu dan berhasil mengatur semua orang sesuai dengan kehendaknya.

Maka Izebel berkata kepada Ahab: “Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot”. Raja Ahab senang karena dapat memiliki kebun anggur Nabot

Keserakahan Ahab, membuat Izebel merekayasa kasus palsu dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebun anggur Nabot. Keserakahan Ahab telah menenggelamkan kebenaran, sehingga yang muncul adalah kepalsuan. Keserakahan telah membuat suami dan istri (Ahab dan Izebel) bersepakat untuk melakukan kejahatan yang keji dengan membunuh orang lain. Keserakahan telah membuat orang lainpun hidup di dalam kepalsuan (adanya saksi palsu).

Refleksi
Ambillah beberapa menit untuk merenungkan, Apakah saya hidup dalam keserakahan? Apakah saya telah mengorbankan orang lain demi ketamakan saya?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kami yang hidup di dalam keserakahan, sehingga kami mengabaikan kebenaranMu, kami berjuang hanya untuk memenuhi hawa nafsu kami. Ampunilah kami. Ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya akan berjuang melakukan segala sesuatu dari sudut pandang kebenaran bukan karena kehendak sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*