suplemenGKI.com

Mazmur 112:1-10.

 

“Hidup Benar Di Hadapan Tuhan”

Pengantar:
Ada orang yang beranggapan bahwa di zaman seperti sekarang ini hidup benar adalah hal yang mustahil, karena dengan hidup benar maka kita akan terlindas oleh yang lain. Terus terang memang tidak mudah hidup dalam kebenaran di zaman seperti sekarang ini, apalagi saat ini dunia dipenuhi dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, yang mungkin bagi banyak orang merupakan kerugian besar bila dilewatkan begitu saja. Memang untuk hidup benar ada harga yang harus kita bayar; itulah yang disebut pikul salib. Terkadang ketika kita mempertahankan hidup benar tidak jarang kita malah ditinggalkan, dicemooh dan juga mungkin dikucilkan dari lingkungan pergaulan yang ada. Itu sebabnya tidak sedikit orang, bahkan yang menyebut diri Kristen yang adalah pengikut Kristus pun lebih memilih untuk menempuh jalur hidup yang tidak benar. Dan hal itu bukan lagi hal yang mengejutkan melainkan dianggap hal yang lumrah. Nah bagaimanakah hidup benar di hadapan Tuhan menurut mazmur 112:1-10 ini?

Pemahaman teks:

  1. Apakah yang menjadi Penekanan pemazmur tentang hidup benar? (v. 1, 5, 7-9)
  2. Bagaimanakah hidup orang yang hidup benar? (v. 2-4, 6)

Mazmur 112 ini berbicara tentang kebahagiaan orang yang hidup benar di hadapan Tuhan. Apakah sesungguhnya hidup benar di hadapan Tuhan? Dalam ayat 2, pemazmur menyebutkan inti penting tentang hidup benar di hadapan Tuhan, yaitu “Takut akan Tuhan”. Takut akan Tuhan tidak berbicara seperti ketika seseorang takut terhadap penjahat, takut terhadap gelapnya malam, takut pada ketinggian atau takut karena melakukan kesalahan. Takut akan Tuhan menurut pemazmur dalam bagian ini adalah orang yang menghormati Tuhan, mengasihi Tuhan, menaati Tuhan dan menyegani Tuhan. Itu sebabnya kelanjutan dari pernyataan pemazmur setelah ia berkata berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, pemazmur kemudian berkata “…yang sangat suka kepada segala perintah-Nya” pernyataan itu bisa dihayati sebagai: 1) Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang menikmati hidup bersama Tuhan sehingga ingin senantiasa dekat dengan Tuhan. 2) Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang rela, siap dan  sukacita menghidupi firman Tuhan dalam hidupnya, apakah firman Tuhan itu menyenangkanya atau tidak menyenangkannya. 3) Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang siap, sedia dan gigih mempertahankan sikap yang berpegang pada kebenaran firman Tuhan sekali pun ia harus berhadapan dengan tangangan yang berat dalam hidupnya. Dan Mulai ayat 2-4 dan ayat 6 adalah daftar yang disediakan oleh Tuhan bagi orang yang hidup benar di hadapan-Nya. Namun demikian, itu bukanlah tujuan dari hidup takut akan Tuhan, melainkan bonus, karena fokus utama hidup benar di hadapan Tuhan adalah karena kita mengasihi Tuhan.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Pernahkah saudara merasa kuatir untuk hidup takut akan Tuhan, kalau-kalau nanti saudara akan ditinggalkan relasi, sahabat, teman atau kuatir akan terlindas oleh arus dunia? Jangan kuatir, karena jika saudara sungguh-sungguh hidup takut akan Tuhan, Ia telah menyediakan berkat-berkat yang cukup bagi saudara.

Tekadku:
Tuhan, mampukan saya untuk tetap mempertahankan hidup yang takut akan Engkau, sebab tidak mudah bagi saya untuk melakukannya.

Tindakkanku:
Saya mau berkomitmen untuk tetap memperjuangkan, menunjukkan dan mempertahankan hidup takut akan Tuhan di tengah-tengah dunia yang semakin menggoda ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«