suplemenGKI.com

KELUARGA PENUH DAMAI & SUKACITA

Filipi 4:1-9

 

Pengantar
Apakah Saudara bisa menyanyikan lagu PKJ 288 yang sebagian syairnya mengatakan, “ Inilah rumah kami, rumah yang damai dan senang”.  Sebuah lagu yang mengingatkan bahwa keluarga Kristen adalah adalah keluarga yang penuh damai dan menyenangkan. Apakah keluarga kita seperti itu? Marilah kita merenungkannya  melalui bacaan Alkitab hari ini! 

Pemahaman

  • Ayat 1    : Bagaimanakah sapaan dan harapan Rasul Paulus untuk jemaat Filipi?
  • Ayat 2-3: Apakah nasihat yang diberikan Paulus kepada Euodia dan Sintikhe? Mengapa Sunsugos diminta menolong mereka?
  • Ayat 4-9: Apa sajakah yang perlu dilakukan orang beriman agar dapat merasakan damai sejahtera  dari ALLAH?

Bacaan Alkitab hari ini diawali dengan sapaan Rasul Paulus yang membawa damai di hati jemaat Filipi dan kita semua pembaca di masa kini. Rasul Paulus menyapa jemaat Filipi dengan sapaan” saudara-saudara yang kukasihi, kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku”.  Dari dalam penjara, Paulus menyatakan kasih dan kerinduannya kepada jemaat Filipi sekaligus mengungkapkan pengharapannya agar mereka berdiri teguh di dalam TUHAN.  Sapaan ini menggambarkan betapa damai dan menyenangkan relasi Rasul Paulus dan jemaat Filipi. Tentu hal ini sangat berbeda dengan kondisi persekutuan jemaat Filipi yang sedang diwarnai oleh keretakan hubungan dua tokoh jemaat. Euodia dan Sintikhe,  2 tokoh  jemaat ini sedang berselisih paham hingga tentunya berdampak pula pada berkurangnya sukacita dan damai sejahtera dalam persekutuan jemaat.

Rasul Paulus prihatin melihat kondisi ini sehingga meminta  bantuan Sunsugos, temannya yang setia untuk menolong mereka agar mereka kembali sehati sepikir di dalam TUHAN. Damai sejahtera persekutuan jemaat harus segera dibangun. Untuk itu jemaat perlu terus hidup teguh di dalam TUHAN. Dengan hidup teguh di dalam TUHAN, mereka  akan mengalami damai sejahtera yang melampaui segala akal; damai sejahtera yang jauh melebihi pengertian mereka; damai sejahtera dari ALLAH yang terus menyertai mereka setiap hari.

Apakah tanda kehidupan persekutuan yang berdiri (hidup) teguh di hadapan TUHAN dan dipenuhi damai sejahtera?

1. Bersukacita senantiasa di dalam TUHAN.  (ayat 4)

Ini adalah sukacita yang tak tergantung pada kondisi menyenangkan  yang ada di sekitar tapi sukacita yang dialami karena hidup dalam TUHAN dan merasakan kasih TUHAN.  Apa pun yang terjadi, walapun teman dan kekasih tak menyukakan hati tapi orang percaya terus mengalami sukacita sebab terus mendapatkan aliran kasih TUHAN

2. Memancarkan kebaikan hati.  (ayat 5)

Kebaikan hati diberikan bukan karena orang lain telah berbuat baik pada kita tapi karena merasakan TUHAN yang dekat hingga kebaikan TUHAN itu sangat  dirasakan. Orang percaya yang dekat dengan TUHAN akan peka merasakan kebaikan TUHAN hingga selalu bersemangat untuk menyatakan kebaikan bagi orang lain.

3. Menaikkan doa ucapan syukur, bukannya hidup dalam kekuatiran.  ( ayat 6 )

Ada banyak perkara kehidupan yang bisa membuat orang percaya terjebak dalam kekuatiran. Orang yang hidup dalam kekuatiran akan kehilangan damai sejahtera. Sebaliknya bila kita menyerahkan segala keinginan dalam doa dan ucapan syukur maka damai sejahtera ALLAH yang melampaui pengertian manusia akan memelihara (menjaga) hati dan pikiran tetap dalam KRISTUS.

4. Memikirkan (mempertimbangkan) segala sesuatu dalam pikiran yang positif yaitu nilai-nilai  baik, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, semua hal yang  disebut kebajikan dan patut dipuji (ayat 8). Inilah pikiran orang yang hidup di dalam TUHAN; pikiran yang selaras dengan nilai-nilai Firman TUHAN.

Bayangkanlah bila kondisi persekutuan jemaat dan keluarga kita dipenuhi sukacita, kebaikan, ucapan syukur dan pikiran-pikiran  baik yang mendatangkan kebajikan, pastilah suasana hidup sehari-hari akan dipenuhi damai sejahtera; tak ada keretakan relasi; tak ada benci dan saling melukai.

Refleksi:
Bagaimanakah kondisi persekutuan keluarga Saudara saat ini? Apakah penuh damai sejahtera dan sukacita? Bila Saudara diminta untuk menilai kondisi damai sejahtera keluarga Saudara, nilai berapakah yang akan Saudara berikan ( pilihlah angka 1 s.d 10 )? 

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah kami membangun kehidupan keluarga yang penuh damai sejahtera dan sukacita 

Tindakanku
Aku akan memperbaiki hubungan dengan anggota keluargaku. Aku akan mengajak seluruh anggota keluarga makin mendekat kepada  TUHAN agar kasih dan damai TUHAN semakin menghidupi keluarga kami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«