suplemenGKI.com

Mazmur 1: 4-6

JALAN MANA YANG KAU PILIH

 

PENGANTAR
Bacaan hari ini merupakan lanjutan dari perikop kemarin.  Kemarin pemazmur mengajarkan kunci sukses melalui jalan orang benar yang mendatangkan berkat Tuhan.  Hari ini pemazmur ingin menunjukkan dan mengingatkan kita tentang jalan orang fasik.  Hal ini agar kita menjadi dewasa dalam iman untuk memilih jalan hidup.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana pemazmur menggambarkan orang fasik dan orang berdosa? (ayat 4-5)
  2. Pemahaman apa yg ingin disampaikan pemazmur tentang jalan orang fasik? (ayat 6)
  3. Sebagai orang beriman, sudahkah kita memilih jalan yang benar?

Pemazmur menggambarkan orang fasik seperti sekam yang ditiup angin.  Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa orang fasik bukanlah orang yang teguh dalam pendirian iman.  Iman mereka gampang terombang-ambing oleh keaadaan.  Orang fasik juga tidak akan tahan dalam penghakiman, maksud pemazmur disini adalah menunjukkan bahwa orang fasik adalah orang yang tidak bisa hidup dalam aturan-aturan yang sudah ditetapkan dan tidak bisa bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya.  Dengan kata lain, orang fasik adalah orang yang tidak teguh iman dan tidak bisa hidup dalam aturan (perintah) Tuhan.  Begitu juga dengan orang berdosa tidak akan tahan dalam kumpulan orang benar, karena dengan demikian maka segala dosa dan kesalahannya akan kelihatan (ayat 4-5).

Bila kita lihat ayat-ayat sebelumnya (bacaan kemarin) jelaslah bahwa jalan orang benar berkenan dihadapan Tuhan dan mendatangkan berkat-Nya.  Itulah sebabnya di ayat 6a pemazmur menyatakan bahwa Tuhan mengenal jalan orang benar.  Sedang selanjutnya di ayat 6b dinyatakan bahwa jalan orang fasik menuju kebinasaan.  Arti kata kebinasaan disini bukan hanya binasa yang berarti kematian jasmani, tetapi mengandung makna kebinasaan dalam hubungan dengan Allah juga kebinasaan hubungan dengan sesama.  Jadi, jelas bagi kita sekarang perbedaan jalan orang benar dan jalan orang fasik.

REFLEKSI
Mari kita berdiam diri sejenak mengevaluasi jalan hidup kita selama ini.  Sudahkah kita pada jalur yang benar?  Apakah iman kita masih sering terombang-ambing dengan keadaan seperti sekam ditiup angin sehingga tanpa sadar kita berada pada jalur yang salah membawa kita pada kebinasaan hubungan dengan Allah dan juga dengan sesama.  Ingat lagu “Di dalam dunia ada dua jalan lebar dan sempit mana kau pilih?   Yang lebar api jiwamu mati tapi yang sempit jiwa berglori”.  Lagu yang terinspirasi dari perkataan Tuhan Yesus pada Matius 7:13, hari ini mengajak kita untuk menentukan jalan yang kita pilih.

TEDADKU
Ya Tuhan aku ingin dalam kehidupanku sehari-hari aku selalu mengingat untuk selalu di jalan yang berkenan kepada-Mu dan tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku tidak tersesat ke jalan orang fasik.

TINDAKANKU
Mulai hari ini akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan agar tidak salah jalan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«