suplemenGKI.com

MAZMUR 80:9-15

ALLAH MEMULIHKAN KEADAAN UMAT

 

Pengantar
Pernahkah kita menyadari bahwa sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan kita selayaknya hidup seturut dengan kehendak Allah? Jika pertanyaan ini diajukan kepada setiap orang Kristen maka semua akan menjawab “ya”. Namun seringkali kedagingan lebih menguasai hidup kita. Akibatnya tanpa sadar kita kembali jatuh dalam dosa dan kembali menjadi budak dosa. Itu juga yang dialami oleh umat Allah dimasa lampau. Mereka tentu diharapkan dapat menjadi terang bagi banyak bangsa yang belum mengenal Allah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Apakah yang kemudian diharapkan ketika konsekuensi atas dosa menimpa hidup umat?

Pemahaman

Ayat 9-12             Bagaimanakah gambaran Israel sebelum mengalami hukuman dari Allah?
Ayat 13-14           Apakah yang terjadi atas Israel yang tidak taat dan setia?
Ayat 15                 Pengharapan terbesar apakah yang tengah mereka nantikan?

Pemazmur tidak bermaksud mengutip perkataan Yesaya mengenai “Kebun Anggur”. Pemazmur dalam nyanyiannya juga menggambarkan situasi dan kondisi bangsa Israel. Saat Allah memilih dan menetapkan mereka sebagai umat pilihanNya. Masa-masa itu tentu merupakan masa-masa indah yang tidak terlupakan. Apalagi ketika Allah juga memberikan tanah perjanjian bagi Israel, tentu kenangan-kenangan itu selalu teringat (ay.9-12).   Namun ingatan-ingatan itu hanyalah kenangan yang justru membuat Israel jatuh dalam kesombongan dan keeksklusifan. Mereka tidak mampu menjadi terang dan berkat bagi bangsa lain. Hal itu tentu sangat mengecewakan hati Allah.

Allah menjatuhkan hukuman kepada Israel  (ay.13-14). Allah tidak ingin umat-Nya terus hidup dalam ketidak taatan dan ketidaksetiaan. Allah telah berulangkali mengingatkan lewat para nabi namun teguran-Nya tidak diindahkan. Menurut pandangan Allah, hukuman akan menjadi sebuah proses belajar yang terbaik bagi umat agar mereka sadar akan kesalahan dan kembali ke jalan Allah.

Pemazmur mewakili umat menaikkan pengharapan agar Allah tidak terus menerus murka dan membenci umat-Nya. Pemazmur mewakili umat memohon agar Allah kembali memperhatikan umat-Nya. Allah berkenan memberikan pengampunan dan pemulihan (ay.15)

Refleksi
Sudahkah kita memohon ampun atas pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan? Sudahkah kita dengan sungguh membuka hati untuk dipulihkan? Bersediakah kita berkomitmen untuk tidak membiarkan diri menjadi budak dosa?

Tekadku
Ya Allah, ampunilah kami atas kesalahan yang telah kami perbuat. Jangan biarkan kami binasa. Pulihkan kami. Dan mampukan kami untuk bertindak dan berkata yang benar

Tindakanku
Membangun relasi yang akrab dengan Allah dengan cara tekun bersaat teduh

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*