suplemenGKI.com

Mazmur 127:3-5.

 

Harta Pusaka Dari Tuhan

Pengantar:
Berbicara tentang harta adalah judul yang paling disukai banyak orang. Secara umum orang berpikir harta adalah kekayaan duniawi  yang melimpah. Itu sebabnya semua orang berlomba-lomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, walaupun harus mengabaikan harta surgawi atau harta rohani. Dalam bacaan hari ini secara spesifik pemazmur berbicara tentang harta yang tidak ditujukan pada harta duniawi, tetapi penekanan utama pada anak-anak laki-laki adalah milik pusaka dari Tuhan.

Pemahaman:

  1. Apakah korelasi antara harta pusaka dari Tuhan dengan anak-anak laki-laki? (v. 3-4)
  2. Apakah makna gambaran kebahagiaan yang dimiliki oleh keluarga yg hidup takut akan Tuhan? (v. 5)

Konsep mengenai perlunya bergantung kepada Allah dipakai untuk membangun
sebuah keluarga. Pengakuan bahwa anak-anak adalah anugerah Allah merupakan dasar untuk membangun rumah tangga atau keluarga yang bahagia. Sukacita dan perlindungan digambarkan sebagai buah yang lebat dari hal membesarkan dan mendidik anak-anak dengan takut akan Tuhan. Hal yang diperhatikan sekali oleh pemazmur, bagaimana mendidik, mempersiapkan dan membekali anak-anak dari masa mudanya, sehingga kelak menjadi anak-anak yang membahagiakan. Membahagiakan dalam arti anak-anak kelak dapat melindungi, memelihara dan mempedulikan orang tuanya ketika orang tua sudah lanjut usia.

Dalam konteks masyarakat Yahudi saat itu yang menganut paham Patriakal, anak-anak laki-laki memang lebih ditonjolkan dan sangat membanggakan. Namun konsep itu kini sudah mulai ditinggalkan, dengan kemajuan dunia modern, pemahaman sudah lebih merata bahwa semua anak baik laki-laki maupun perempuan dipandang sebagai harta pusaka dari Tuhan.

Mengingat anak-anak adalah harta pusaka dari Tuhan, maka pemazmur menekankan agar anak-anak dipersiapkan ibarat mengisi tabung panah. Hanya tabung panah yang penuh terisi dengan anak panahlah yang siap untuk berperang. Hanya anak-anak yang dididik dengan hidup takut akan Tuhan dan hidup bergantung kepada Tuhanlah, maka anak itu akan membanggakan, membahagiakan orangtua dan keluarga serta memuliakan Tuhan.

Refleksi:
Membekali anak-anak dengan pendidikan tinggi, dengan deposito yang banyak, warisan keluarga yang melimpah itu tidak salah, tetapi jangan lupa mempersiapkan anak-anak dengan iman yang teguh kepada Tuhan  Yesus Kristus, itu jauh lebih penting dan membanggakan.

Tekad:
Adalah lebih berguna membawa anak-anak ke sekolah Minggu setiap minggu, mengarahkan anak remaja ke kebaktian remaja, mendorong anak muda ke kebaktian pemuda dari pada mengantar mereka ikut lomba basket, lomba renang, lomba catur pada hari minggu.

Tindakkan:
Ambil ketetapan sekarang juga untuk mendidik anak-anak hidup takut akan Tuhan, agar kelak mereka akan membahagiakan orang tua dan memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*