suplemenGKI.com

Kamis, 5 Mei 2016

04/05/2016

SUKACITA ATAS KEHADIRAN-NYA

Mazmur 97:1-12

 

PENGANTAR
Bersukacita dalam kenyataan dunia yang penuh dengan berbagai jenis ketidakbenaran dan ketidakadilan merupakan hal yang tidak mudah.  Lebih-lebih untuk orang beriman yang menderita demi kebenaran atau yang sangat menginginkan agar kebenaran Allah dinyatakan.  Mazmur ini dengan tegas mengumandangkan bahwa segenap bumi patut bersukacita dalam ketidakbenaran dan ketidakadilan.  Apakah alasannya?  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

Ayat 1-3: Apa alasan Pemazmur bersukacita dan mengajak bersukacita?

Ayat 10-12: Bagaimana Dia berpihak pada kebenaran?

Apakah Anda masih meyakini Dia berpihak secara nyata kepada kebenaran?

Mazmur ini memaparkan gerak arus dari surga turun mempengaruhi dan mengubah dunia ini (ay.1-4 ke ay.5; ay.6a ke ay.6b-7).  Kata kunci Mazmur 97 adalah ‘sukacita karena kehadiran Sang Raja yang berpihak pada kebenaran dan keadilan.’  Pemazmur dengan tegas mengumandangkan bahwa segenap bumi patut bersukacita karena Allah adalah Raja yang bertakhta di atas kebenaran dan keadilan.  Bumi dan segala isinya patut ‘bersorak-sorak dan bersukacita’ (ay.1).  Itulah yang seharusnya menjadi keyakinan dan sukacita bagi dunia (ay.1), umat Allah (ay.8) dan semua orang benar (ay.11-12).

Seruan untuk bersukacita ditujukan sampai ke pulau-pulau.  Hal itu menunjukkan bahwa pemerintahan Allah merangkul setiap orang dan seluas semesta (ay.1,5).  Seperti yang kita renungkan kemarin, kehadiran Allah yang dipaparkan dalam bentuk awan gelap (ay.2), api atau halilintar (ay.3-4a), gempa (ay.4b-5) menekankan kedahsyatan Allah dilihat dari berbagai gejala alam yang ada dalam kendali-Nya.  Pernyataan kehadiran dan kekuasaan Allah memiliki tujuan: Pertama: menegakkan kebenaran sehingga melahirkan sukacita dalam hidup orang beriman.  Kedua: di pihak lain, pelaksanaan hukuman Allah akan membuat malu mereka yang tidak tunduk kepada-Nya, yang mengandalkan kekuatan lain di luar Allah.  Kekuatan lain yang di sini disebut sebagai para dewa itu, akan Allah taklukkan (ay.7-9).

Allah, Sang Raja yang benar dan adil itulah yang memerintah dunia ini.  Bukan kejahatan.  Meski yang kita lihat dan alami kini seolah tidak demikian, tetapi dengan iman kita menanti dan melihat perwujudan pemerintahan Allah atas dunia ini.  Mungkin kita berpikir kapan keadilan Tuhan itu terwujud di tengah masyarakat yang tidak mengenal hukum-Nya. Keyakinan dan pengharapan kita adalah Dia pasti hadir di dalam ketikbenaran dan ketidakadilan itu.  Kehadiran Tuhan membawa pengharapan bagi kita sehingga kita tetap bisa bersukacita hidup dalam kebenaran dan keadilan.  Bahwa tidak untuk selamanya, Tuhan membiarkan ketidakbenaran dan ketidakadilan.  Meski saat ini kita belum melihat Tuhan bertindak, namun waktu Tuhan itu akan tiba.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Allah, Sang Raja yang benar dan adil yang memerintah dunia ini.  Dia pasti berpihak kepada yang benar dan adil.  Itulah sumber kekuatan dan kesukaan kita.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk tetap hidup dalam kebenaran dan keadilan, walaupun tidak mudah.

TINDAKANKU
Tetap hidup benar dan adil di dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga dan masyarakat.  Dengan keyakinan waktu Tuhan tiba bagi yang hidup dalam ketidakbenaran dan ketidakadilan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»