suplemenGKI.com

Kamis, 5 April 2012

04/04/2012

Yoh 13:1-17

Kerendahan Hati

Pada bagian ini menceritakan kejadian sebelum penyaliban Tuhan Yesus di bukit Golgota, tepatnya sebelum merayakan Paskah bagi orang Yahudi. Yohanes menuliskan peristiwa pembasuhan kaki ini dengan cermat dan cukup terperinci.

  1. Menurut saudara mengapa Tuhan Yesus mau membasuh kaki murid-murid-Nya?
  2. Apa reaksi Petrus ketika akan dibasuh kakinya?
  3. Apa harapan Tuhan Yesus dengan melakukan pembasuhan kaki?
  4. Hal apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini?

 

Renungan

Peristiwa pembasuhan kaki ini menjadi istimewa karena hanya diceritakan oleh Injil Yohanes saja. Membasuh kaki merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh pelayan atau budak. Namun bisa jadi saat makan bersama menjelang hari raya Paskah itu merupakan saat yang khusus antara Yesus dan para murid sehingga orang lain tidak diperkenankan masuk di dalamnya, karena itu tidak ada pelayan di ruangan tersebut. Pada saat yang sama juga tidak ada seorangpun dari antara murid-murid mau mengambil inisiatif untuk melakukan tugas yang biasa dilakukan pelayan yaitu membasuh kaki. Bisa jadi, mereka merasa gengsi untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh seorang pelayan. Atau kalau mereka melakukan itu, nanti dianggap lebih rendah daripada yang lain.

Di tengah keheningan mereka saling menunggu siapa yang mau jadi pelayan satu terhadap yang lain, tiba-tiba tanpa bicara, Yesus membuka jubah-Nya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikat pinggang-Nya dan menuangkan air ke basi. Ia berjongkok di depan kaki murid-murid-Nya dan mulai membasahi kaki mereka dan menyekanya dengan kain lenan yang ada di pinggang-Nya.

Para murid menjadi terpesona dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gurunya. Karena guru mereka mau melayani dan merendahkan diri untuk membasuh kaki mereka.

Yesus mau melakukan ini karena saatnya sudah dekat, bahwa Ia akan berpisah dengan murid-murid-Nya untuk menjalankan kehendak Bapa-Nya.

Yesus melakukan pembasuhan kaki ini supaya para murid saling melayani satu dengan yang lain, melayani dengan kerendahan hati. Yesus berharap bahwa para murid meneladani apa yang telah Yesus lakukan baginya. Kalau Yesus yang disebut Guru saja mau melayani, maka hendaklah kamu juga perbuat demikian kepada sesamamu.

Yesus ingin bahwa para murid dan juga orang yang percaya saling mengasihi dengan cara seperti yang Yesus lakukan atau perbuat bagi para murid atau dunia. Kasih yang rela berkorban, memberikan yang terbaik tanpa mengharapkan balasannya, selalu berharap kebaikan dapat diberikan kepada sesamanya

Bagaimana dengan kerendahan hati kita? Apakah kita bersedia melayani Tuhan dengan kerendahan hati? Apakah kita bisa berpikir bahwa orang lain lebih penting dari diri kita sendiri? Mari di hari Kamis Putih ini kita belajar untuk memiliki kerendahan hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«