suplemenGKI.com

TUHAN MEMELIHARA

I RAJA-RAJA 19:4-8

Pengantar
Pandemi covid-19 yang saat ini sedang umat hadapi bukanlah situasi yang mudah. Tidak sedikit orang merasa terancam kehidupannya. Ancaman itu muncul karena kenyataan yang harus diterima bahwa banyak yang kehilangan pekerjaan dan usahanya terpuruk. Situasi ini bertambah berat ketika kondisi pandemi bukannya semakin berkurang dan selesai namun semakin hari justru semakin parah. Kekuatiran dan kecemasan menghantui kehidupan setiap orang.

Pemahaman
Ayat 4-8           Apa yang sedang dihadapi Elia hingga ia merasa lebih baik mati ? Apa yang dilakukan Allah kepada Elia ?

Hidup dalam keputusasaan membuat setiap orang tidak lagi dapat memandang masa depannya. Hidup dalam keputusasaan membuat setiap orang tidak lagi memiliki semangat dalam menjalani hari-hari kehidupannya. Dan hal inilah yang dialami Elia. Elia merupakan tokoh yang luar biasa dan sangat diagungkan oleh orang-orang Yahudi. Namun kisah hidup dan pelayanan Elia menyimpan sisi menarik oleh karena Elia pernah berpikir untuk mati. Elia berkeinginan untuk mati oleh karena dia tengah dalam pelarian setelah mendengar bahwa Izebel hendak membunuh dia. Elia telah membunuh nabi-nabi palsu yang diangkat oleh Izebel untuk menyesatkan semua orang. Elia pergi melarikan diri dari Izebel. Ia memasuki padang gurun. Disanalah Elia memohon agar Allah mencabut nyawanya. Namun Allah mengerti bahwa Elia berada dalam keputusasaan. Keputusasaan itu lahir dari rasa takut dan cemas. Itulah sebabnya melalui malaikat-Nya, Allah menenangkan Elia dengan menyediakan kebutuhan Elia selama berada di padang gurun.

Pengalaman iman Elia memperlihatkan bahwa dalam ketakutan dan kecemasan umat dapat mengambil jalan pintas. Umat bisa saja hidup dalam keputusasaan dan berpikir untuk melakukan tindakan yang Allah tidak kehendaki. Umat Allah diajak untuk melihat bagaimana Allah tetap memelihara Elia. Allah menyediakan yang Elia perlukan hingga Elia tidak lagi merasa takut dan cemas. Elia tidak merasa ditinggalkan Allah, karena Allah secara nyata merawat hidupnya. Mampukah umat Allah di masa pandemi saat ini tetap mengimani bahwa Allah juga akan memelihara meski umat harus berhadapan kesulitan yang tidak mudah ?

Refleksi
Kadangkala Allah tampak tidak bertindak dan melakukan apa-apa di saat umat Allah menghadapi kesulitan dan tekanan. Namun benarkah demikian ? Sesungguhnya Allah tetap memelihara dan merawat umat-Nya. Hal itu secara nyata dapat dirasakan lewat berkat makanan dan minuman, tubuh yang tetap sehat, kekuatan untuk menghadapi masalah, semangat untuk tidak berputus asa dan lain-lain. Semua itu dikerjakan Allah dalam diri umat. Semua itu menjadi bukti bahwa Allah memperhatikan umat-Nya.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk peka terhadap kasih-Mu. Kuatkan kami menghadapi masa pandemi ini. Jangan biarkan kami berputus asa karena kami memiliki Engkau yang selalu memperhatikan dan memelihara kami.

Tindakanku
Memiliki semangat untuk terus berusaha. Tetap semangat dalam bekerja. Tetap tekun bersekutu dan berdoa kepada Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«