suplemenGKI.com

Yang Terpenting Di Antara Yang Penting

(Ibrani 11:1-3)

etiap keyakinan di dunia ini memiliki sesuatu yang terpenting menurut penganutnya. Ada keyakinan yang sangat mementingkan perbuatan baik untuk keselamatan, ada keyakinan yang mementingkan penyembahan untuk keselamatan dan ada juga keyakinan yang mementingkan ritual ibadahnya dalam mengejar keselamatan. Kesemuanya itu sangat menguras kerja keras dan usaha dari panganutnya. Tidak jarang mereka akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk bertapa, semedi, ziarah atau mengekang diri sedemikian rupa sampai ingin menjadi orang yang kebal atau sakti.

Tetapi sayangnya dari dulu sampai hari ini tidak ada seorangpun yang sungguh-sungguh berhasil mengejar apa yang dianggap penting itu untuk mencapai tingkat yang menurutnya layak sebagai modal untuk selamat. Karena semua yang diusahakan, dikejar dan diperjuangkan berujung pada pernyataan “mudah-mudahan akan selamat” Pernyataan demikian jelas mengindikasikan bahwa apa yang dianggap terpenting itu tidak mungkin akan membawanya pada keselamatan. Lalu apa arti perjuangan, pencarian dan usaha keras yang dilakukan? Saya juga tidak tahu!

  • Menurut saudara, apa maksud penulis Ibrani mendefinisikan tentang Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat? (1)
  • Mengapa penulis Ibrani juga menyatakan bahwa melalui Iman kita dapat mengerti bahwa alam semesta dijadikan oleh Firman Allah? (3)

Renungan:

Pasal 11 dalam surat Ibrani ini, kita diajak untuk memahami dan mengerti sebuah subjek yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen, yaitu tentang Iman. Berbicara tentang Iman, berarti kita sedang berbicara sesuatu yang bukan aktivitas atau perbuatan, tetapi berbicara tentang sesuatu yang menjadi pendorong atau pemicu seseorang yang percaya untuk melakukan perbuatan yang berbeda dengan ketika seseorang melakukan aktivitas tanpa makna. Karena imanlah kita boleh dan cakap melakukan suatu aktivitas yang bermakna, dalam arti memuliakan Tuhan. Jadi penulis tidak hanya sekedar memberikan suatu definisi tentang Iman dalam ayat 1 itu. Tetapi lebih dari definisi, yaitu hasil dari memiliki iman yang benar adalah perbuatan yang benar. Itulah bagian terpenting dalam kekristenan.

Agar iman itu menjadi memiliki makna, penulis mendorong kita untuk menanti janji Allah dengan setia dan taat melalui ketekunan. Dua kalimat yang dimunculkan yaitu: “Segala sesuatu yang kita harapkan” dan “segala sesuatu yang tidak kita lihat” adalah dua bagian yang sifatnya parallel, artinya tidak bisa dipisahkan dalam memahaminya. Karena jika kita mengharapkan janji Allah yang sudah kelihatan maka itu bukan pengharapan lagi sesuatu yang sudah ada untuk apa diimani lagi? Sedangkan berbicara tentang iman adalah sesuatu yang tidak bisa kita peroleh dengan kekuatan kita tetapi hanya dapat kita peroleh jika Allah yang menyediakan bagi kita.

Secara jelas diayat 3 penulis menunjukkan kepada kita: Bahwa memang alam semesta ini, jika kita pikirkan dengan otak kita, mana mungkin hal itu bisa terjadi dan ada seperti yang kita lihat saat ini. Tetapi karena kita percaya bahwa Firman yang adalah Allah, telah menjadikannya dengan cara dan kuasa-Nya yang tidak pernah bisa kita pahami dengan pikiran kita, tetapi kita bisa mengerti dan menerimanya hanya karena kita percaya kepada Allah yang berkuasa itu telah menciptakannya. Penerimaan dan kepercayaan kita itulah bagian terpenting dalam hidup kita untuk mengerti karya dan kekuasaan Allah dalam menciptakan dan juga dalam menyelamatkan kita. Kesemuanya itu sama sekali tidak ada andil kita sedikitpun di dalamnya, bagian kita adalah mempercayani dan menerimanya dari Allah, itulah iman. Saudara ketika kita memiliki iman yang dari Tuhan Yesus, itulah yang memungkinkan kita bisa menikmati kasih, kuasa dan ciptaan Allah dengan penuh syukur, karena sesungguhnya kesempatan untuk itu adalah anugerah, dalam arti kita hanya bisa menikmati: Keselamatan, karya Allah dan kekayaan alam itu bukan hasil usaha kita tetapi anugerah pemberian Allah  bagi kita.

“janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Berbahagialah mereka

yang tidak melihat namun percaya”

(Yohanes 20:27,29)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«