suplemenGKI.com

Keluaran 4:1-17

 

DUTA TUHAN

 

Pengantar :
Kalau kita mengenal istilah “duta besar”, maka kita mengingat ada seorang yang diutus oleh negaranya untuk berada di negara lain, tentunya negara yang ditempati oleh duta besar tersebut pasti memiliki hubungan diplomatik. Seorang duta besar ada di negara lain memiliki tujuan untuk mewakili negaranya. Duta besar sangat penting artinya bagi negaranya sendiri maupun negara yang ditempatinya, karena dengan adanya duta besar akan semakin mempererat hubungan kedua negara tersebut. Bagaimana dengan Musa? Apakah Musa juga menjadi duta besar?

Pemahaman :
Ay 1, Apa yang dikatakan Musa kepada Tuhan, sebelum ia diutus oleh Tuhan ke Mesir?

Ay 2-9, Apa jawaban Tuhan atas keraguan Musa?

Ay 10, apa yang menjadi alasan buat Musa untuk menolak pengutusan Tuhan ke Mesir?

Ay 11-17, Bagaimana tanggapan Tuhan atas alasan Musa?

Dalam kejadian pasal 3,  Musa dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi dutaNya, ke negri Mesir dengan tujuan membebaskan bangsa Israel yang sedang menderita karena perbudakan disana. Bahkan Musa mendapat tugas bukan hanya untukmembebaskan bangsa Israel dari perbudakan tapi juga membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah kanaan.

Bagi Musa untuk membawa ke luar orang-orang Israel dari Mesir bukanlah hal yang mudah, tentu bangsa Israel sendiri belum tentu dapat mempercayai Musa sebagai utusan Tuhan. Pertanyaan bagi Musa secara pribadi: Bagaimana kalau mereka minta bukti bahwa Musa itu adalah utusan Tuhan?

Tuhan memahami pergumulan Musa menjadi utusanNya, maka Tuhan membuktikan kuasa penyertaanNYA kepada Musa, yang pertama tongkat menjadi ular, yang kedua tangan masuk ke dalam baju tangannya menjadi kusta. Tuhan juga akan membuktikan air sungai Nil akan menjadi darah

Apa yang telah Tuhan katakan kepada Musa bukannya membuat Musa semakin mantap untuk ke Mesir, namun semakin membuat Musa ragu-ragu atau takut, sehingga Musa mencari alasan lain untuk menghindari pengutusan Tuhan tersebut. Alasan tidak fasih lidah,dipakai oleh Musa, namun Tuhan menjawab: siapakah yang membuat lidah? Musa sudah tidak dapat memberikan alasan lain, sehingga Musa berkata kepada Tuhan:” utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus”.

Pernyataan Musa ini membuat Tuhan marah dan memberikan Harun sebagai penyambung lidahnya.

 

Refleksi :
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Apakah saya ini utusan Tuhan atau tidak? Benarkah saya sudah menjadi duta bagi Tuhan di dunia ini?

Tekad :
Ya Tuhan, sering kali kami tidak menyadari bahwa kami sebagai utusanMu di dunia ini, atau kami yang sengaja menghindari sebagai utusanMu. Ampunilah dan sadarkanlah kami sebagai utusanMu di dunia ini.

Tindakan :
Hari ini saya menyadari dan berperilaku sebagai duta Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«