suplemenGKI.com

Memuliakan Allah dalam Sikap Hidup

2Korintus 3:12-18

Pengantar

Apa hubungan antara Paulus “bertindak dengan penuh keberanian” (sebenarnya lebih berarti “berani berbicara terus terang”) dengan “Musa yang menyelubungi mukanya”? Dalam Keluaran 34:29-35, tidak ada keterangan bahwa Musa mengerudungi mukanya karena dia takut, tetapi justru karena orang-orang Israel takut mendekatinya ketika melihat wajahnya bercahaya kemilauan. Sebagian pembaca, waktu itu maupun masa kini, mungkin mengira Paulus sedang membandingkan dirinya dengan Musa dengan cara merendahkan Musa. Benarkah Paulus bermaksud demikian?

Pemahaman

Ay. 17    : Apa maksudnya “dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan”?

Ay. 18    : Apa pula maksudnya “mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung” (harfiahnya “dengan muka tidak berselubung kita melihat kemuliaan Tuhan di cermin”)?

Ayat-ayat ini berada di bagian pembelaan diri Paulus terhadap orang-orang yang meragukan dirinya.Paulus mengatakan bahwa karena dia punya harapan tentang hal yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya, maka dia berani berbicara terus terang mengenai sikap jemaat masa itu. Menurut Paulus, perilaku umat masa itu masih saja tidak berubah. Setiap kali bagian Kitab Suci Torah Musa dibacakan bagi mereka, mereka masih tidak dapat memahami arti sebenarnya, walaupun mereka telah menjadi umat Tuhan sejak lama.Mereka datang mendengarkan dengan khidmat, mengagumi betapa sempurna dan mulianya hukum-hukum itu dan hal itu menjadi kebiasaan yang mereka anggap suci.Namun kekaguman dan penghargaan mereka terhadap isi Hukum itu tidak membuat mereka mampu memahaminya dengan menggenapinya.

Menurut Paulus, mereka hanya akan dapat memahaminya kalau Kristus membuka pengertian mereka. Hanya kalau mereka berbalik datang kepada Tuhan, barulah mereka dimerdekakan dari kungkungan ketidakmengertian.Seseorang bertobat kembali kepada Tuhan karena bimbingan Roh Tuhan yang membuka hati dan pengertiannya.Dengan datang pada Kristus mereka pun makin lama makin menjadi sosok-sosok yang seolah-olah merupakan bayangan Kristus yang bersinar terang benderang, seperti Musa dahulu.

Refleksi

Punyakah kita keberanian untuk hidup merdeka sebagai pengikut Kristus?Sudahkah makin jelas memancarkan sosok Kristus yang mulia lewat berbagai hal dalam hidup sehari-hari?Ketika orang melihat kita, sudahkah mereka melihat bayangan Kristus yang terang benderang?

Tekad

Ingin menjadi sosok yang merupakan bayangan terang benderang dari Kristus

Tindakan

Lebih berterus terang dengan bijak

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*