suplemenGKI.com

Hidup Menurut Roh

 

Roma 8:1-11

 

Pengantar
                Pernahkah saudara merasakan dalam diri sendiri adanya pertentangan yang besar antara yang baik dan yang tidak baik, antara yang benar dan yang salah, antara yang kudus dan yang najis. Sebagaian orang Kristen berkata itu tidak mungkin terjadi di dalam dirinya karena ia / mereka sudah di dalam Tuhan Yesus. Sebagian lagi berkata ya, itu bisa saja terjadi selama kita tetap manusiawi yang masih lemah. Bagaimana pandangan Paulus terhadap hal ini?

Pemahaman
Ay 1-2, Apa yang dinyatakan Paulus terhadap orang yang percaya di dalam Kristus Yesus?
Ay 3-4, Apa yang Paulus katakan mengenai hukum Taurat?
Ay 5-8, Apa yang Paulus ungkapkan mengenai hidup dalam daging dan dalam Roh?
Ay 9-11, Apa yang Paulus katakan mengenai orang yang hidup di dalam Kristus?

Paulus mengingatkan bahwa orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, mendapatkan keselamatan kekal / hidup kekal, sehingga orang yang sudah mendapatkan hidup kekal tentu tidak akan mendapatkan penghukuman kekal. Orang yang percaya hidupnya tidak di bahwa hukum Taurat namun dia / mereka telah merdeka di dalam Kristus. Tentunya Roh Kuduslah yang memerdekakan mereka dari perbudakkan dosa.Tuntutan hukum Taurat bagi mereka yang berdosa adalah kutuk / maut, maka Allah mau membereskan semuanya ini dengan mengutus Anak-Nya menjadi penebusan bagi semua orang yang berdosa. Sehingga Anak-Nya rela mati menjadi penebusan bagi tuntutan hukum Taurat. Maka orang yang percaya bukan lagi hidup dalam tuntutan hukum Taurat namun hidup menurut Roh.

Antara hidup menurut keinginan daging dan Roh sangat berbeda bahkan bertentangan satu dengan yang lain. Hidup menurut daging berujung pada maut, sedangkan hidup menurut Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Hidup dalam kedagingan adalah perseteruan dengan Allah, sedangkan hidup menurut Roh adalah persekutuan dengan Allah.

Identitas sebagai orang percaya mesti jelas dan harus konsisten, karena hal ini yang akan membawa hidup orang percaya semakin berkenan kepada Allah.

Maka orang yang hidup dalam Roh, akan terus menerus memaknai hidup ini sebagai hidup yang telah dibangkitkan oleh Kristus, sehingga kehidupannya karena kebenaran.

Refleksi
Ambilah waktu untuk merenungkan: Apakah saya sudah hidup dalam Roh? Atau saya masih hidup dalam kedagingan? Apakah hal-hal yang buruk masih saya pikirkan atau saya sudah memikirkan hal-hal yang baik?

Tekadku
Ya, Tuhan, Ampunilah kalau saya masih terus bergumul untuk hidup benar dihadapan-Mu, seringkali godaan datang kepada saya namun saya tidak kuat untuk melawannya bahkan saya berkompromi dengan dosa-dosa saya, ampuni dan ubahlah hidup saya

Tindakanku
Hari ini saya mulai membiasakan hidup dalam Roh. Memikirkan yang baik, benar dan kudus, serta melakukan yang berkenan kepada Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«