suplemenGKI.com

Kamis, 4 Mei 2017

03/05/2017

JanjiNya Selalu Ditepati

Kej 18:1-15

 

Pengantar
Dalam masa pemilihan kepala daerah, banyak calon kepala daerah yang mengumbar janji-janji mereka kepada masyarakat yang akan dipimpinnya. Janji-janji itu mereka tuangkan dalam program-program yang akan mereka laksanakan jika mereka terpilih. Maka tidak mengherankan banyak calon kepala daerah membuat program-program yang bersifat spektakuler. Tujuannya supaya banyak masyarakat yang senang dengan programnya dan memilihnya untuk menjadi kepala daerah tersebut. Pertanyaannya apakah benar bahwa mereka yang sudah terpilih menjadi kepala daerah akan menepati janjinya? Jawabannya adalah belum tentu dan bahkan banyak dari kepala daerah yang ingkar dengan janjinya waktu kampanye. Begitulah sifat manusia, bagaimana kalau Tuhan yang berjanji?

Pemahaman

Ay 1, Apa yang dilakukan Tuhan kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre?

Ay 2-8, Apa yang Abraham lakukan untuk tamunya?

Ay 9-11, Apa yang dikatakan tamunya kepada Abraham?

Ay 12-15, Apa reaksi Sara ketika mendengarkan pembicaraan antara Abraham dengan tamunya?

Tuhan pernah berjanji kepada Abraham, akan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar, nama Abraham menjadi masyur dan Abraham akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (Kej 12). Pada waktu itu Abraham berumur 75 tahun dimana ia keluar dari negrinya dan sanak-saudaranya menuju ke tanah perjanjian. Bertahun-tahun lamanya janji Tuhan belum tergenapi dalam hidup Abraham, sampai Tuhan meneguhkan janjiNya lagi (lihat Kej pasal 15 dan pasal 17).

Pada Kejadian 18, Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon Terbantin di Mamre. Abraham menyambut 3 orang tamunya dengan dengan sukacita, serta memohon tamunya untuk singgah dan beristirahat sebentar. Maka segeralah Abraham menghidangkan sepotong roti, daging anak lembu dan susu kepada tamunya.

Mulai tamunya bertanya dimanakah Sara? Dan Abraham menjawab: “Di sana, di dalam kemah.” Maka tamunya (Tuhan) menyatakan bahwa tahun depan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki. Berita ini didengar oleh Sara dan Sara tertawa dalam hatinya, karena Sara telah mati haid. Bagi Sara hal ini adalah mustahil, karena Abraham sudah berumur 99 tahun dan dia berumur 90 tahun (Kej 17:17), maka ia tertawa dengan apa yang dikatakan oleh tamunya tersebut.

Bagi Abraham dan Saramempunyai seorang anak diusia yang sudah tua adalah mustahil namun bagi  Tuhan tidak ada sesuatu yang Mustahil. Maka Tuhan menepati janji-Nya kepada Abraham, dimana Sara mengandung dan akhirnya melahirkan Ishak (Kej 21).

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan seberapa banyak saya tidak mempercayai janji- Nya kepada saya?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kami kalau kami percaya kepada-Mu hanya berdasarkan pikiran-pikiran kami saja, kami sulit mempercayai janji-janji-Mu mana kala hal-hal itu tidak masuk diakal kami. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini belajar mengimani, bahwa Tuhan sangguh melakukan perkara yang besar dalam hidupku

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*