suplemenGKI.com

Kamis, 4 Maret 2021

03/03/2021

TAAT; EKSPRESI HIDUP ORANG BERIMAN

Kejadian 22:1-19

 

Pengantar
Ketaatan merupakan panggilan hidup orang beriman. Seringkali ketaatan diuji oleh berbagai keadaan yang terjadi di sekitar kita. Bahkan ketidaktaatan itu juga kerapkali terjadi karena kita lebih merasa “nyaman” dengan apa yang melekat dalam diri dan menganggap bahwa apa yang kita lakukan adalah benar menurut pola pikir diri sendiri. Hari ini kita melihat dan merenungkan bagaimana kehidupan tokoh Alkitab yang tetap taat meskipun harus menanggung resiko yang menegangkan.

Pemahaman

  • Ayat 1-3     : Perintah apakah yang diberikan Tuhan kepada Abraham? Mengapa Tuhan meminta Abraham untuk melakukannya? Bagaimanakah respon Abraham akan hal itu?
  • Ayat 6-8    : Apa yang menjadi keyakinan Abraham ketika hendak mempersembahkan Ishak?
  • Ayat 11-14 : Apa tindakan yang Tuhan lakukan ketika Abraham mengambil pisau untuk menyembelih Ishak?

Kejadian 22:1-19 merupakan teks yang menceritakan kepercayaan Abraham diuji oleh Allah.  Allah mencoba Abraham untuk mempersembahkan Ishak. Kata “mencoba” di ayat 1 menggunakan kata “nissa” yang artinya menguji. Allah hendak menguji Abraham dengan suatu cara yang harus dilakukan oleh Abraham (cara yang tidak dapat ditolak). Oleh karena itu, ketika Tuhan berbicara kepada Abraham, ia menjawab: “Ya Tuhan”, yang mana jawaban ini merupakan kesiapan atau kesediaan Abraham sebagai seorang hamba untuk melakukan kehendak-Nya. Allah menguji Abraham dengan tujuan untuk melihat sejauh mana kesetiaan dan ketundukan Abraham kepada Allah.

Abraham tidak tawar-menawar dengan perintah Allah, sehingga keesokan harinya Abraham bangun untuk mempersiapkan keberangkatannya (ayat 3). Dalam hal ini seolah-olah kita seperti dibawa pada suatu suasana yang hening dan tegang, yakni persiapan menuju ritual yang akan dilakukan oleh Abraham. Ketegangan itu semakin bertambah ketika Ishak bertanya kepada Abraham dalam perjalanan menuju tempat yang ditunjuk oleh Allah (ayat 7).  Abraham tidak gusar atau marah. Justru Abraham berkata, “ Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku” (ayat 8). Ungkapan “Allah menyediakan” merupakan keyakinan iman Abraham bahwa Allah tidak akan tinggal diam dan Ia akan memperlengkapi dengan cara-Nya sendiri.

Ketegangan itu semakin memuncak, ketika Abraham benar-benar hendak menyembelih anaknya (ayat 9-10). Hal itu berakhir ketika Malaikat Tuhan berseru dari langit yang memuji ketaatan Abraham. Sesuai dengan keyakinan Abraham bahwa Allah menyediakan, benar adanya (ayat 13-14). Allah menyediakan seekor domba jantan agar Abraham dapat mempersembahkannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Refleksi
Iman bermakna mempercayakan hidup, maka ketaatan adalah bentuk atau ekspresi dari iman itu. Tanpa ketaatan, iman hanya berhenti pada suatu pernyataan belaka. Renungkanlah: Bagaimanakah respon kita dalam menghadapi persoalan? Apakah tetap tenang, taat, dan mendekatkan diri pada Tuhan? Ataukah justru mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri?

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap taat mengikuti pimpinan-Mu. Tolonglah, agar aku senantiasa disadarkan agar selalu menghormati dan memuliakan-Mu seumur hidupku.

Tindakanku

  • Aku belajar untuk tidak berfokus pada apapun yang melekat atas diriku, melainkan belajar untuk taat pada seluruh rancangan dan kehendak Tuhan.
  • Mulai hari ini aku akan mempersembahkan hidup yang berkenan pada Tuhan baik dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bersama keluarga, sebagai wujud ketaatanku pada-Nya.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«