suplemenGKI.com

Kamis, 4 Juni 2020

03/06/2020

KEAGUNGAN ALLAH

Kejadian 1:1-2:1-4

 

PENGANTAR
Jemaat pasti tahu kalimat pendek ini “Pelukismu agung, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan” merupakan penggalan lagu apa? Ya benar, penggalan lagu “Pelangi-Pelangi” yang sangat terkenal di Taman Kanak-Kanak.  Apakah hari ini lagu tersebut masih dinyanyikan atau tidak? Entah! Padahal lagu tersebut mengajarkan kebenaran tentang keagungan Pencipta melalui karya-Nya, Pelangi.  Tentunya masih banyak lagi sarana atau keadaan yang bisa dipakai untuk menceritakan keagungan Allah.  Namun yang penting, apakah manusia bersedia menemukan dan merenungkannya. Bacaan hari ini mengajak kita fokus pada keagungan Allah melalui karya cipta-Nya.  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana diri Allah dikenalkan  di awal perikop ini?  (ayat 2, 3)
  • Bagaimana karya Allah menggambarkan keagungan Allah? (ayat 4, 5)
  • Apa yang saudara bisa lakukan untuk menyatakan keagungan Allah?

Bangsa Mesir bukan hanya mempunyai beragam budaya, tetapi juga mempercayai banyak dewa.  Sementara itu, Israel hidup sebagai pengungsi selama 400 tahun lebih di Mesir.  Praktis budaya dan keyakinan Mesir menjadi keseharian Israel.  Di sisi lain, Israel sebagai bangsa tidak mempunyai pokok-pokok ajaran yang dipegang, baik tentang Allah maupun karya-Nya.  Di sinilah kepentingan Kitab Kejadian ditulis, khususnya ketika Israel dalam perjalanan dan pergumulan selepas dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, Kanaan.  Allah dikenalkan sebagai roh dan pribadi yang hidup, “melayang-layang di atas permukaan air” (ayat 2b).  Bukan seperti para allah Mesir yang berupa benda mati dan tidak bisa berbuat apa-apa.  Israel yang seringkali ingin kembali ke Mesir, ditantang untuk membandingkan dan memilih: mempercayai para dewa Mesir yang mati atau berbalik kepada Allah Israel yang hidup.

Musa menegaskan keunggulan dan keagungan Allah melalui pengajaran tentang pribadi Allah dan karya-Nya bagi kehidupan.  Frasa “pada mulanya Allah” mengajarkan bahwa tidak ada Pribadi lain selain Allah sendiri yang berkuasa dan berdaulat, sehingga bumi yang semula “belum berbentuk dan kosong:  gelap gulita” (ayat 2a) dijadikan terang (ayat 3) sampai diselesaikannya “langit dan bumi dan segala isinya” (2:1).  Bahkan semua yang dijadikan-Nya itu “baik” adanya.  Pengajaran ini bertujuan membangun keyakinan Israel, bahwa hanya Allah yang sempurna dan  mengerjakan semuanya itu di dalam kesempurnaan-Nya, termasuk diri manusia yang dicipta “sungguh amat baik”.  Apapun keadaannya, manusia berharga di mata Allah.  Itu sebabnya, Israel diajak untuk mewujudkan keberhargaan dirinya, melalui segala hal baik yang dilakukan bagi sesama dan semesta.  Bukan sekadar pengakuan tetapi juga pengagungan, melalui keseluruhan diri ketika mengambil keputusan apapun dalam kehidupan.  Allah dimuliakan.  Allah diagungkan. 

Panggilan yang sama juga berlaku bagi umat percaya hari ini.  Mengakui keagungan Allah bukan sekadar ucapan atau rasa syukur atas segala keadaan; tetapi juga terwujud melalui proses hidup.  Apakah keagungan Allah nyata dalam pengambilan keputusan?  Apakah Allah diagungkan melalui pekerjaan dan pelayanan?  Keagungan Allah tercermin bukan hanya melalui karya-Nya tetapi juga melalui sikap hidup yang kita jalani selaku orang percaya. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Mengakui keagungan Allah bukan sekadar ucapan percaya atau rasa syukur atas segala keadaan; tetapi juga terwujud melalui proses hidup sehari-hari, melibatkan Allah atau kita berjalan sendiri? 

TEKADKU
Ya TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu. Aku bertekad bukan hanya mengaku percaya bahwa Engkau ada dan mulia, tetapi juga berkenan mengagungkan-Mu melalui hati dan sikap hidupku. 

TINDAKANKU
TUHAN, hari ini aku mau mewujudkan keagungan-Mu melalui ………. (sebutkan hal baik yang saudara lakukan dalam pekerjaan, usaha, keluarga dll), agar setiap orang pun mengakui keagungan-Mu melalui apa yang aku lakukan. Mampukan aku untuk melakukannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»