suplemenGKI.com

Kamis, 4 Juni 2015

03/06/2015

Iman Tangguh: Iman dalam Penderitaan

2 Korintus 4:7-15

Pengantar

Setiap kita pasti pernah mengalami penderitaan, sekalipun kita tidak menghendakinya. Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana iman diperhadapkan dengan penderitaan. Karena itu mari kita perhatikan apa yang diajarkan Allah melalui pengalaman rasul Paulus.

Pemahaman

Ay.8-10        : Penderitaan apa saja yang dialami oleh rasul Paulus?

Ay. 11-15      : Bagaimana rasul Paulus memahami semua yang dialaminya itu?

Rasul Paulus mengatakan bahwa ia banyak kali mengalami penindasan, namun tidak terjepit. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari dikatakan, “Kami diserang dari segala pihak, namun kami tidak terjepit”. Dari perbandingan ini kita melihat bahwa “banyak kali” di sini bukan sekadar berapa sering ia diserang, tetapi lebih ke arti adanya banyak pihak yang menyerang. Namun meski diserang dari berbagai penjuru itu, ia tidak terjepit.

Selain diserang dari segala pihak, rasul Paulus, dalam pelayanannya juga mengalami habis akal (BIS: kebingungan). Kebanyakan orang yang sedang mengalami kebingungan akan menjadi putus asa, bahkan kemudian melakukan bunuh diri. Tapi tidak dengan rasul Paulus. Ia menegaskan bahwa sekalipun kebingungan, ia tidak putus asa.

Penderitaan lain yang dialami rasul Paulus adalah penganiayaan. Makna kata Yunani untuk “aniaya” di sini mencakup arti aniaya secara psikhis juga, yaitu “dikejar-kejar” (FAYH) dan “dimusuhi” (BIS). Meski dianiaya secara fisik, dikejar-kejar dan juga dimusuhi, namun rasul Paulus tidak merasa sendirian. Dia tetap merasakan kehadiran Kristus.

Satu hal lagi, rasul Paulus mengatakan bahwa dirinya juga dihempaskan, namun tidak binasa. Di sinilah kita melihat betapa luar biasanya kasih karunia Allah bagi para hamba-Nya. meski ia “dihempaskan”, bagaikan seorang pembuat roti yang membanting-banting adonannya, namun ia tetap tidak binasa.

Refleksi

Kadang dalam menjalani hidup ini kita dapat mengalami berbagai penderitaan. Mungkin kita sedang diserang dari berbagai pihak, mungkin kita sedang kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa, mungkin pula kita sedang mengalami penganiayaan entah secara fisik atau emosi, atau kita sedang merasa seperti dibanting-banting bagaikan adonan roti. Rasul Paulus menyatakan bahwa Allah sanggup memberikan kekuatan sehingga kita tidak hancur. Itulah iman yang teruji.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk tetap percaya kepada-Mu, dalam segala keadaan saya. Amin.

Tindakan

Untuk menyatakan iman saya, saya akan menyanyikan tiga lagu tentang kasih Tuhan sepanjang hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«