suplemenGKI.com

Yesaya 40 : 21 – 31

YANG MENANTI-NANTIKAN TUHAN MENDAPAT KEKUATAN BARU

 

PENGANTAR
Pernahkah anda mengalami kelelahan karena bekerja keras seharian ? Jawabannya, pasti pernah. Dan untuk memulihkan rasa capek dan lelah tersebut maka diperlukan istirahat yang cukup. Dan setelah istirahat cukup maka tubuh jasmani akan kembali segar dan sehat. Namun, bagaimana jika yang capek dan lelah adalah pikiran dan psikis kita ? Istirahat cukup tak mungkin bisa mengobatinya.

Nabi Yesaya, berhadapan dengan bangsa Yehuda yang sedang menderita, baik secara fisik maupun psikis. Mereka memandang diri sebagai orang yang gagal dan tak punya harapan yang membuat mereka kecewa kepada Tuhan. Renungan hari ini memberi kekuatan kepada kita ketika kita sedang menanti pertolongan Tuhan.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dilakukan Yesaya untuk menolong bangsa Yehuda yang sedang kecewa kepada Tuhan ? Dengan siapa Tuhan Allah itu disamakan ? ( ayat 21-26 )
  2. Bagaimana cara Yesaya menumbuhkan semangat bangsa Yehuda dalam menanti pertolongan Tuhan ? ( ayat 27-31 )

Nabi Yesaya memahami penderitaan bangsa Yehuda yang ada di pembuangan. Ia tidak mempersalahkan mereka. Yang dilakukan Yesaya adalah membuka pikiran mereka dengan memberitahukan “siapa Tuhan Allah itu sebenarnya” ? Tuhan Allah tidak dapat disamakan dengan apapun, sebab Tuhan Allah adalah Sang Khalik pencipta segala yang ada. Nabi Yesaya mengajak umat untuk merenungkan, “Siapa yang paling besar di dunia ini”? Para pembesar Babel dan dewa-dewanya atau Tuhan Allah Sang pencipta ? Jika mereka mengakui bahwa para pembesar babel dan dewa-dewanya maka mereka akan kehilangan pengharapan. Tetapi jika mereka mengakui bahwa Tuhan Allah yang paling berkuasa di muka bumi maka hal itu akan memberikan semangat yang baru dalam menantikan pertolongan Tuhan. Untuk itu Yesaya mengingatkan bangsa Yehuda bahwa kekuatan kerajaan babel itu tidak ada apa-apanya. Apa yang dianggap manusia itu hebat dan besar semuanya ada dibawah kuasa Tuhan Allah.

Nabi Yesaya mengingatkan bangsa Yehuda bahwa Tuhan Allah yang penuh kuasa itulah yang menjamin kehidupan bangsa Yehuda dan kita. Dan Tuhan Allah juga mengasihi bangsa Yehuda sebagai umat pilihan. Maka Tuhan Allahlah yang akan memberi kekuatan yang luar biasa kepada umat-Nya. Seperti di katakan Yesaya, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (29). Bahkan di ayat 31 dikatakan “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru”. Janji Tuhan ini pasti di tepati, bagi siapa saja yang bersandar dan berharap kepada Tuhan. Untuk itu, jangan lelah dan jangan lemah ketika kita menghadapi pencobaan dan penderitaan. Percaya saja dan berharap kepada Tuhan yang jauh lebih besar dan berkuasa atas masalah yang kita hadapi. Niscaya kita akan mendapat kekuatan baru. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Ketika kita menghadapi persoalan yang datang secara bertubi-tubi, terkadang membuat kita lelah. Jika itu adalah anda, sudahkah anda bersandar kepada Tuhan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah kami,  karena ketika menghadapi persoalan yang datang bertubi-tubi, membuat kami tidak sabar dan lelah. Kini kami belajar bersabar dan bersandar kepada-Mu. karena kami percaya hanya dengan bersandar kepada-Mu kami  mendapat kekuatan baru.

TINDAKANKU
Saya akan belajar bersandar dan percaya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«