suplemenGKI.com

Mazmur 85:2-4.

 

Indahnya Pengampunan Tuhan

 

Pengantar:

Marie, bekerja di restoran kecil di Los Angeles. Ia memasak, melayani pelanggan, membersihkan  dan melakukan segala sesuatunya. Suatu hari pemilik  restoran berkata bahwa semakin banyak pelanggan yang menginginkan ada makanan pencuci mulut (dessert) Dengan demikian Marie harus datang lebih awal untuk menyiapkan dessert setiap hari. Reaksi pertama Marie adalah frustrasi, jengkel dan ingin keluar dari restoran itu. Ia merasa tidak adil, jam kerja bertambah tetapi gaji tidak ditambah. Tetapi dari pada menyimpan kepahitan, Marie berpikir, makanan apa yang sederhana, mudah dibuat tetapi fungsinya sebagai dessert. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat Pai (semacam kue basah dengan kadar gula ringan) Ternyata Pai buatan Marie disukai banyak orang, sehingga banyak orang datang ke restoran itu hanya sekedar menikmati sepotong Pai buatan Marie. Kemudian Marie mengambil langkah Iman untuk membuka sebuah toko kue, ia memperlengkapi segala keperluan dan membuka toko kue Pai. Dalam waktu singkat Marie telah memiliki perusahaan kue pai dengan merek “Marie Pai”. Tidak menyimpan kepahitan membuahkan sukses.

Pemahaman:

  1. Apakah makna dari pernyataan pemazmur yang berupa permohonan kepada Tuhan?
  2. Dalam situasi apa syair permohonan pemazmur itu disampaikan kepada Tuhan?

Menurut The Wicliffe Bible Commentary, Mazmur 85 ini merupakan Mazmur

ratapan. Kendati demikian Mazmur ini juga memiliki unsur nubuatan. Mazmur ini merujuk pada situasi akan kembalinya Israel dari pembuangan. Pemazmur menggambarkan suatu keadaan yang ideal untuk membedakan keadaan di pembuangan dengan keadaan ketika kembali dari pembuangan. Hampir semua pernyataan didahului dengan kata “telah” yang berarti segala penderitaan di pembuangan sebagai dampak dari keberdosaan Israel kepada Tuhan telah diubah menjadi pemulihan, pengampunan oleh Tuhan. Dapat dikatakan bahwa pemazmur mengungkapan pengharapan itu dengan suasana hati yang bahagia karena Tuhan menutupi dosa-dosa umatNya (band. Maz 32:1)

“Engkau telah berkenan, memulihkan, mengampuni, menutupi, menyurutkan, meredakan…” Adalah ungkapan-ungkapan bahwa Allah mengampuni umatNya secara sempurna dan ideal. Dengan demikian hubungan umat dengan Allah menjadi pulih. Penekanan pemazmur dalam permohonan ini adalah pada pengampunan Allah itu sempurna. Kebahagiaan terindah bagi setiap orang yang beriman kepada Allah adalah pengampunan sempurna dari Allah.

 

Refleksi:
Apakah engkau berbahagia sebagai orang Kristen? Apakah karena diberkati dengan kesehatan, pekerjaan, kedudukan? Camkanlah, kebahagiaan terindah adalah ketika Allah mengampuni kita dengan sempurna.

 

Tekad:
Ya Tuhan, kerinduan dalam hidup ini adalah pengampunan sempurna dariMu atas dosa-dosaku.

 

Tindakan:
Aku percaya bahwa Tuhan telah mengampuniku dengan sempurna di dalam Tuhan Yesus Kristus. Maka aku harus mengampuni orang lain juga dengan sempurna.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«