suplemenGKI.com

Kamis, 4 April 2019

03/04/2019

Filipi 3:1-4a

SOLAFIDE

PENGANTAR
Solafide (artinya, hanya iman) adalah salah satu prinsip penting dalam ajaran mengenai keselamatan. Keselamatan adalah anugerah Allah yang kita terima hanya oleh iman (percaya) kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (lihat Efesus 2:8-9). Ritual kegamaan dan perbuatan baik yang kita lakukan bukanlah syarat untuk mendapatkan keselamatan, melainkan ungkapan syukur atas anugerah Allah tersebut. Dengan demikian, kita bisa dengan penuh sukacita menjalani kehidupan kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan.

PEMAHAMAN
Ay. 1. Apa tujuan Paulus menuliskan bagian ini? Apa yang diharapkannya?
Ay. 2. Mengapa Paulus menyebut mereka “anjing”? Mengapa Paulus menyebut mereke penyunat-penyunat palsu?
Ay. 3-4a. Paulus menyebut dirinya dan orang-orang non-Yahudi di Filipi sebagai orang-orang bersunat. Apa alasannya dan apa tujuannya?

Ayat 1. Paulus berharap orang-orang Kristen di Filipi hidup penuh sukacita oleh iman mereka di dalam Yesus Kristus. Namun, di antara jemaat ada sekelompok orang tertentu yang secara keliru mencampuradukkan iman Kristen dengan adat-istiadat Yahudi. Mereka memaksa orang-orang Kristen non Yahudi di Filipi untuk bersunat sebagai syarat tambahan agar mereka diselamatkan. Tentu saja, hal ini membuat mereka resah. Paulus menuliskan bagian ini untuk “memberi kepastian”, atau meneguhkan iman mereka.

Ayat 2. Orang-orang Yahudi sering menyebut orang-orang non-Yahudi sebagai “anjing” karena mereka tidak bersunat dan karenanya dianggap najis.  Di sini, Paulus mengembalikan sebutan itu kepada sekelompok orang Yahudi yang memaksakan  sunat kepada orang-orang non-Yahudi. Paulus menyebut mereka sebagai penyunat-penyunat palsu karena mereka hanya mementingkan sunat lahiriah. Bagi Paulus, sebenarnya orang-orang yang percaya kepada Kristus sudah disunat, bukan secara lahiriah tapi secara batiniah (lihat Kol. 2:11-12).

Ayat 3-4a. Kepada orang-orang non-Yahudi di Filipi, Paulus menegaskan bahwa dia dan merekalah yang sejatinya telah disunat. Mengapa demikian? Sebenarnya, sunat dalam Perjanjian Lama bukan hanya tanda perjanjian, namun juga berhubungan dengan sunat rohani yang ada di dalam hati (lihat Ul. 30:6). Meski tidak disunat secara lahiriah, mereka menyembah dan memuliakan Allah oleh Roh Kudus yang ada di dalam hati mereka. Dengan demikian, tidak ada yang dapat menggugat iman mereka.

REFLEKSI
Allah memberikan kepada Anda anugerah keselamatan yang tak tergoyahkan. Sudahkah Anda hidup sebagai orang yang telah diselamatkan?

TEKADKU
Ya Tuhan, aku bersyukur atas keselamatan yang Engkau berikan kepadaku. Oleh imanku kepada Yesus Kristus, aku akan menjalani hidupku dengan penuh sukacita.

TINDAKANKU
Sejak saat ini, aku akan selalu beribadah dan melakukan perbuatan baik dengan penuh sukacita sebagai seorang yang telah diselamatkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«