suplemenGKI.com

KAMIS, 4 APRIL 2013

03/04/2013

KISAH PARA RASUL 5: 26-42

“MENJADI PRIBADI YANG DAPAT DIPERCAYA: Berkomitmen terhadap kebenaran”

PENGANTAR
Bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi tahun depan. Saat ini para caleg sudah mulai mempromosikan diri mereka bahwa mereka akan mengutamakan kepentingan rakyat. Namun dengan berjalannya waktu akan teruji kualitas keterpercayaan seseorang. Bagaimana dengan Anda dan komunitas dimana Anda ada di dalamnya? Apakah telah teruji dapat dipercaya? 

PEMAHAMAN
Perikop ini menggambarkan perubahan yang luar biasa dalam diri murid-murid. Kalau sebelum kebangkitan Tuhan Yesus, mereka adalah orang-orang yang takut dan saling curiga satu terhadap yang lain. Maka setelah Tuhan Yesus memperlihatkan diri kepada mereka setelah kebangkitanNya dan Roh Kudus turun atas mereka, murid-murid berubah menjadi pemberani dalam mewartakan kebenaran dan hidup dalam persekutuan yang erat dilandasi rasa saling percaya. Mereka tidak gentar pada waktu berhadapan dengan Mahkamah Agama yang sudah terbukti memiliki kekuasaan dan pengaruh yang sangat besar. Bagaimana tidak,pemerintah kolonial di bawah Pontius Pilatus dapat mereka sudutkan untuk membiarkan mereka mengeksekusi Yesus,mereka mampu mengubahkan orang banyak yang semula menyanjung Yesus berbalik menuntut penyalibanNya, bahkan Yudas Iskariot pun dapat mereka beli.

Pengalaman murid-murid dengan peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus merupakan pembelajaran yang sangat bermakna yang mampu mengubahkan keadaan mereka.Demikian pula yang terjadi dengan orang banyak,mereka berbalik kembali menjadi pengikut Yesus setelah menyadari kebenaran yang sesungguhnya.

Sementara Mahkamah Agama mengandalkan kewibawaan tradisi yang mereka warisi, legalitas, kekayaan, dan kecerdikan mereka bermain politik. Namun ternyata itu semua hanya sementara membuat rencana mereka berhasil. Karena keterpercayaan suatu lembaga bukan bergantung pada hal-hal itu, melainkan pada komitmennya terhadap kebenaran. Gamaliel menyadari itu, sehingga dia memberi saran yang bijak : biarlah waktu yang membuktikan apakah para rasul itu benar atau sesat. Oleh karenanya marilah kita sebagai gereja Tuhan membuktikan keterpercayaan kita di atas dasar komitmen terhadap kebenaran, agar kita tetap menjadi pelaku sejarah kebenaran. 

REFLEKSI
Pejamkan mata sejenak. Pikirkan satu atau dua kebenaran yang sering Anda abaikan karena lebih mementingkan tradisi, pangkat, jabatan, kekayaan, kedudukan, prestise, dll. 

TEKADKU
Tuhan Yesus, aku berkomitmen untuk menempatkan kebenaran di atas hal-hal yang lain di dunia ini. Biarlah dengan komitmenku terhadap kebenaran ini membuat diriku menjadi saksi-saksiMu yang Engkau dan komunitasku percayai. Mampukan aku ya Tuhan.  Amin.

TINDAKANKU
Aku akan mengutamakan/mengatakan/melakukan kebenaran, yaitu ………………………………………… dan ……………………… ………….. agar dengan berjalannya waktu aku terbukti dapat dipercaya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«