suplemenGKI.com

Roma 10:4-8

Kebenaran Karena Iman 

            Seorang dosen Theologia menugaskan mahasiswanya untuk menjabarkan kerangka berpikir tokoh reformasi Marthin Luther. Mulai dari perjumpaannya dengan kebenaran firman Tuhan, aksinya memakukan 95 tesisnya di pintu gerbang gereja istana Wittenberg sebagai bentuk penolakan terhadap penjualan Surat Indulgensia (penghapusan siksa) yang dilakukan pada masa pemerintahan Paus Leo X untuk pembangunan gedung Gereja Rasul Petrus di Roma, sampai pada tanggal 31 Oktober  1517 dijadikan tonggak sejarah lahirnya gerakan reformasi. Para mahasiswa diberi waktu hanya dua jam dengan dilengkapi petunjuk yang lengkap. Ternyata sampai waktunya habis tidak ada satupun yang berhasil. Melihat kenyataan itu, dosen lalu berkata, “Kalian tidak mungkin bisa melakukannya hanya dalam waktu dua jam walaupun ada petunjuknya, kalian baru bisa melakukannya dengan benar jika bersama-sama dengan saya, karena saya adalah pakarnya” Saudara tidak semua orang dapat melakukan tugasnya dengan berhasil jika hanya diberi petunjuk tanpa ada ahli yang mendampingi. Bacaan hari ini mengarahkan kita pada siapa yang ada dalam taurat itu? 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa makna inti dari ayat 4-5?
  2. Apa makna pernyataan-pernyataan dalam ayat 6-7?
  3. Apa pula maksud “Firman itu dekat kepadamu dan di dalam mulutmu” di ayat. 8? 

Renungan:

            Adalah kehendak Tuhan supaya umatNya hidup dalam persekutuan dengan diriNya berdasarkan kerelaan hatinya dan karena kasih Allah yang memanggilnya. Bukan karena suatu tuntutan dari dirinya melalui kehebatannya, kesanggupannya melakukan taurat. Karena Allah tahu bahwa manusia tidak mungkin sanggup melakukan tuntutan hukum taurat secara sempurna. Maka satu-satu caranya agar manusia bisa bersekutu dengan Tuhan dan mengalami anugerah keselamatanNya adalah melalui diriNya yang mendatangi manusia dan hidup di dalam manusia. Maka jika manusia beriman pada Tuhan Yesus Kristus maka ia sudah beriman pada taurat tetapi bukan sempurna melakukan taurat. Sebab Kristus sendiri yang memenuhi hukum taurat dan taurat ada di dalam Kristus.

            Hal terpenting, karena manusia tidak mungkin melakukan taurat dengan sempurna untuk selamat, maka jalan keluar yang Allah berikan adalah percaya atau beriman kepada Kristus yang adalah kegenapan taurat. Maka secara sederhana bisa dikatakan bahwa percaya kepada Kristus jauh lebih penting dari pada berusaha melakukan taurat secara sempurna dengan kekuatan sendiri tanpa beriman kepada Kristus. Walaupun demikian, melakukan taurat adalah suatu panggilan yang tidak boleh diabaikan. Artinya ketika kita meyakini bahwa kita beriman kepada Kristus konsekuensinya adalah belajar terus-menerus melakukan taurat dengan baik dan benar. Itu sebabnya setiap orang yang mengaku percaya kepada Kristus wajib untuk selalu akrab dan dekat dengan firman Tuhan/taurat Tuhan (v. 8)

            Melalui pemahaman demikian, kita akan menjadi orang percaya yang tidak hanya di mulut saja atau terlihat indah di bungkus saja, tetapi mencakup seluruh hidup baik lahiriah maupun batiniah. Dari sanalah maka Iman kepada Kristus itu akan menjadi nyata dan berbuah. Jadilah orang percaya yang hidup dalam Kristus dan dekat dengan firmanNya. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«