suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 17:1-9

Harga dalam Menghadirkan Perjumpaan

Pengantar
Terlalu banyak orang Kristen yang senang menikmati kebersamaannya dengan Tuhan, tapi enggan berbagi pengalaman tersebut. Berbagai alasan biasanya dikemukakan, namun kebanyakan adalah karena keengganan dalam memikul resiko yang ada. Hari ini kita akan belajar dari pengalaman Paulus yang inspiratif tentang upaya menghadirkan perjumpaan tersebut. Kiranya perenungan ini dapat mendorong kita juga mengikuti jejak Paulus.

Pemahaman
Tesalonika merupakan kota perdagangan Makedonia yang berada di teluk Terma dan pada jalan Egnatia yang strategis. Kasandros mendirikan Tesalonika menjelang akhir abad 4 dan dinamakan seturut permaisurinya (seorang saudari Iskandar Agung) Tesalonika. Pada waktu Roma berkuasa (sejak 146 sM) Tesalonika dijadikan ibu-kota propinsi Makedonia. Pada masa itu pula kota Tesalonika sedang mencapai puncak kejayaannya. Setelah pertempuran di Filipi (42 sM), Tesalonika menjadi kota bebas (Kis 17:6, 8).

Di Tesalonika ini, rasul Paulus menemukan sinagoga Yahudi. Nampaknya selain sinagoga Yahudi, di Tesalonika juga ditemukan sebuah sinagoga orang Samaria. Selama tiga hari Sabat berturut-turut Paulus berkotbah, menerangkan kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati. Semua itu digenapi dalam diri Yesus. Hasilnya, beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka (ay. 4). Hasil pelayanan ini kemudian menimbulkan penganiayaan, yang dipiu oleh iri hati orang-orang Yahudi. Mereka yang iri hati ini menggerakkan beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, kemudian mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. Tetapi ketika mereka tidak menemukan Paulus dan Silas, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: “Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.”

Istilah Yunani yang digunakan untuk para pembesar ini adalah politarchai yang juga muncul dalam batu-batu peringatan di beberapa kota Makedonia. Istilah ini merujuk pada suatu badan yang terdiri dari lima hakim yang dinamakan politarchai pada jaman kaisar Agustus. Dan tuduhan yang diajukan bukanlah isu sepele, “Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus”. Ini adalah tuduhan subversif, kudeta atas Kaisar. Namun apapun yang terjadi, rasul Paulus tetap berjuang agar orang berdosa mengalami perjumpaan dengan Allah.

Refleksi
Mengupayakan terjadinya perjumpaan antara orang berdosa dengan Sang Juruselamat selalu menuntut sejumlah harga yang harus dibayar. Hal ini dapat membuat hati orang Kristen menjadi gentar. Tetapi memberitakan Kristus memang adalah perintah yang tak dapat ditawar. Kristus telah meninggalkan kenyamanan surgawi-Nya untuk mati di kayu salib, agar manusia berdosa mengalami perjumpaan dengan Allah. Harga apa yang sudah kita bayarkan agar orang dapat mengalami perjumpaan dengan Kristus?

Tekad
Doa: Ya Tuhan, berikan kepadaku hati yang rindu untuk membawa sesama mengalami perjumpaan dengan-Mu. Amin

Tindakan
Mengirimkan sms saat teduh ke paling sedikit lima orang dalam satu hari selama satu minggu ke depan adalah salah satu langkah konkrit di dalam memfasilitasi sesama untuk mengalami perjumpaan dengan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«