suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 5:26-32.

 

Kita Harus Lebih Takut Kepada Allah Dari Pada Kepada Manusia

Pengantar:

Bagaimana perasaan saudara, jika saudara baru saja mau menikmati kelegaan setelah mengalami suatu masalah yang hebat, dan ternyata saudara harus menghadapi masalah lagi? Ibarat pepatah berkata “keluar dari lubang buaya, masuk ke sarang singa” Mungkin saudara akan berkata sungguh apes (baca: sial) hidup ini, baru saja mau senang sedikit, kini harus menderita lagi. Mungkin saudara juga berkata “kasihan Para Rasul itu ya, baru saja bebas dari penjara, sekarang dibawa untuk menghadap pengadilan” Tetapi mari kita lihat bagaimana sikap Para Rasul ketika menghadapi pengadilan Mahkamah Agama Yahudi.

Pemahaman:

  1. Apa yang sedang dilakukan oleh para Rasul pada saat mereka ditangkap lagi? (v. 26)
  2. Apa tuduhan terhadap para Rasul oleh Mahkamah Agama Yahudi? (v. 27-28)
  3. Bagaimana sikap para Rasul ketika diadili oleh Mahkamah Agama Yahudi? (v. 29-32)

Pada perikop sebelumnya dijelaskan bahwa Para Rasul setelah keluar dari penjara, mereka diperintahkan malaikat Tuhan untuk pergi ke Bait Allah. Bukan untuk bersembunyi, tetapi untuk memberitakan dan mengajar tentang firman hidup (v. 20-21a) Itulah, ketika kepala pengawal dan pasukannya datang untuk menangkap Para Rasul, mereka sedang memberitakan tentang firman hidup sesuai dengan perintah Tuhan kepada mereka.

Dari Bait Allah mereka di bawa ke pengadilan Mahkamah Agama Yahudi. Dalam pengadilan itu, Imam Besar menanyai, mengapa mereka masih memberitakan nama itu (baca: Yesus) walaupun sudah dilarang dengan keras (v. 28) Larangan keras itu telah diwujudkan dengan menangkap Para Rasul dan memasukkan ke dalam penjara (v. 17-18) Tuduhan yang dikenakan kepada Para Rasul adalah karena mereka mengajarkan tentang  Yesus yang telah di salibkan. Hal itu dipandang oleh Imam Besar sebagai ajaran yang menyesatkan.

Di pengadilan itu Para Rasul menunjukkan sikap pembelaan atau apologetik, dengan berkata “Kita harus lebih takut kepada Allah dari pada kepada manusia” Para Rasul menjelaskan siapa Tuhan Yesus yang telah mereka salibkan itu, Yesus adalah Juruselamat, dan Israel harus bertobat jika ingin memperoleh pengampunan atas dosa-dosanya. Hal ini mengingatkan kita bahwa prinsip lebih takut kepada Tuhan adalah mutlak agar kita menang terhadap hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan.

Refleksi:

Bagaimana sikap kita, bila suatu saat kita diperhadapkan pada situasi yang mengancam keteguhan iman kita kepada Tuhan Yesus. Apakah kita akan kompromi atau tetap teguh pada pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita?

 

Tekad:

Tuhan Yesus, terkadang saya berhadapan dengan cobaan yang bisa menggoyahkan keteguhan iman saya kepada-Mu. Tolong kuatkan saya agar tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku satu-satunya.

Tindakkan:

Semakin belajar berpegang teguh pada iman kepada Tuhan Yesus sebagai wujud lebih takut kepada Tuhan dari pada kepada manusia, walaupun harus mengalami berbagai kesulitan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«