suplemenGKI.com

1 Korintus 13:8-13

KASIH YANG KEKAL DAN SEMPURNA

PENGANTAR
Seperti telah kita ketahui, 1 Korintus 13 ditulis Paulus untuk memberikan nasihat kepada orang-orang Korintus yang berlimpah karunia-karunia rohani itu agar mereka melihat keutamaan kasih (1 Kor. 12:31) dan berusaha mengejar kasih (1 Kor. 14:1). Di bagian sebelumnya ( 1 Kor. 13:1-7), Paulus telah menjelaskan pentingnya kasih untuk mencegah mereka dari berbagai risiko atau bahaya yang dapat terjadi pada mereka yang memiliki karunia-karunia rohani. Di bagian berikutnya (1 Kor. 13:8-13), Paulus menjelaskan keutamaan kasih terkait dengan dua sifatnya yang penting: kekal dan sempurna.

PEMAHAMAN

  • Ayat 8-10.  Paulus membandingkan kasih dengan tiga karunia rohani: nubuat, bahasa roh, dan pengetahuan. Hal apa yang diperbandingkan oleh Paulus? Mengapa tiga karunia ini disebutkan secara khusus? Dalam hal apakah mereka terbatas?
  • Ayat 11-12.  Paulus menerapkan kesempurnaan itu pada manusia dengan menggunakan dirinya sendiri sebagai contoh. Apa yang Paulus ajarkan di sini? Apa hubungannya dengan kasih yang sedang dibahas oleh Paulus?
  • Ayat 13. Paulus menyebutkan bahwa di antara tiga hal: iman, pengharapan, dan kasih, maka yang terbesar adalah kasih. Menurut Anda, mengapa demikian?

Paulus menegaskan salah satu sifat kasih yang penting: tak berkesudahan, atau kekal. Ini berbeda dari karunia-karunia roh. Karunia-karunia roh yang paling mereka anggap penting dan paling mereka banggakan – yaitu nubuat, bahasa roh, dan pengetahuan – akan berakhir. Karunia-karunia rohani diberikan pada kurun waktu tertentu dan dalam situasi tertentu yang membutuhkan karunia-karunia tersebut. Ada waktunya di mana nubuat, atau bahasa roh, atau pengetahuan tidak lagi dibutuhkan. Namun, kasih akan selalu dibutuhkan, dalam keadaan apapun dan sampai kapanpun.

Paulus menyebutkan satu lagi sifat kasih yang penting: sempurna. Kata sempurna di sini secara hurufiah berarti ”sesuai tujuan” atau ”mencapai tujuan”. Dengan demikian, istilah ini bukan hanya menunjuk pada suatu keadaan, namun pada sebuah proses. Karena itu, dampak dari kesempurnaan kasih akan terlihat nyata pada orang-orang yang terlibat dalam pelayanan. Jika kita melayani dengan kasih, maka diri kita sendiri pun akan ”disempurnakan” oleh kasih itu. Melalui pelayanan yang kita lakukan, kita akan semakin dewasa dalam karakter, dan semakin mengenal Allah. Pertumbuhan iman dan kokohnya pengharapan kita pun sesungguhnya merupakan buah dari kasih.

REFLEKSI
Apakah pelayanan yang Anda lakukan selama ini membuat Anda semakin dewasa dalam karakter dan semakin mengenal Tuhan?

TEKADKU
Ya Tuhan, isilah hatiku dengan kasih-Mu agar melalui pelayanan yang aku lakukan, aku semakin dewasa dalam karakter dan semakin mengenal Engkau.

TINDAKANKU
Aku akan mengamati dan mempelajari berbagai hal selama ini menghambat pertumbuhan karakter dan kerohanianku, dan aku akan berusaha untuk mencari cara untuk mengatasinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«