suplemenGKI.com

Kemurahan Allah Adalah Landasan Hidup Berpengharapan

Mazmur 147:7-20

Pengantar

Kemarin kita belajar bahwa Mazmur 147 merupakan mazmur pujian. Dan salah satu alasan yang dikemukakan Pemazmur dalam memuji Tuhan adalah kebesaran Tuhan. Hari ini kita akan melihat alasan lainnya yang dikemukakan Pemazmur dalam bermazmur bagi Tuhan. 

Pemahaman

-   Apa saja kemurahan Allah yang dapat Saudara lihat dalam bacaan kita hari ini? Coba sebutkan!

-  Apa saja kemurahan Allah yang telah Saudara alami?

Selain berbicara tentang kebesaran Tuhan Pemazmur juga berbicara tentang kemurahan Tuhan yang juga menjadi landasan memuji Tuhan. Pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput (ay. 8). Dalam kitab Ayub dinyatakan bahwa Allah membungkus air dengan awan-Nya (Ayb 26:8). Pernyataan tersebut menolong kita memahami bahwa Pemazmur sedang menyatakan bahwa Tuhanlah yang mencurahkan hujan. Ungkapan Pemazmur ini menggaungkan kembali pengajaran yang diberikan Musa kepada bangsa Israel, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini …… maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang” (Ul. 11:13-15). Namun ada suatu perbedaan yang menarik, di mana dalam kitab Ulangan ada kesan hujan dan pertumbuhan terjadi sebagai “upah” atas ketaatan bangsa Israel. Sedangkan dalam Mazmur tidak disinggung mengenai ketaatan bangsa Israel, melainkan tentang pemulihan bangsa Israel yang merupakan anugrah Allah. Itu sebabnya pencurahan hujan dan pertumbuhan yang terjadi di dalam kitab Mazmur itu sesungguhnya menyatakan kemurahan hati Allah. Dan kemurahan hati Allah itulah yang menjadi alasan Pemazmur mengajak umat-Nya untuk bermazmur bagi Allah.

Sebagian orang menganggap bahwa langit yang berawan dan turunnya hujan merupakan peristiwa alam biasa. Namun tidak demikian bagi umat Allah, termasuk Pemazmur. Apa yang nampaknya terjadi secara alami tersebut sesungguhnya merupakan karya Allah yang menunjukkan kemurahan hati Allah. Dalam wejangan terakhirnya, Musa berpesan kepada bangsa Israel, “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, …… TUHAN akan mendatangkan kutuk …… Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi.” (Ul. 28:15-23).

Refleksi:

Kemurahan Allah benar-benar luar biasa. Dan Pemazmur menyatakan bagaimana kemurahan Allah tersebut menumbuhkan kehidupan. Bila kita menyadari betapa besar kemurahan hati Allah, alasan apa lagi yang dapat kita lontarkan untuk tidak berharap pada kemurahan Allah?

Tekadku:

Doa: Tuhan, tolong saya untuk terus mengingat kemurahan-Mu. Amin.

Tindakanku:

Saya akan menghitung kemurahan Allah yang sudah saya alami, sebagai landasan saya untuk hidup dengan berpengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«