suplemenGKI.com

Efesus 1:15-23

JANGAN BERHENTI BERTUMBUH!

 

PENGANTAR

Betapa memprihatinkan melihat banyak orang Kristen yang merasa cukup setelah memperoleh keselamatan (menjadi anggota gereja).  Setelah selesai katekisasi dan dibaptis, mereka tidak melanjutkan proses pertumbuhan iman mereka.  Akibatnya, ketika berhadapan dengan kesulitan mereka pun sulit bertahan. Selain iman yang rapuh, berhentinya pertumbuhan rohani juga membawa akibat yang lebih serius: sikap yang acuh tak acuh terhadap pemberitaan Injil.  Kondisi semacam inilah yang lebih sering kita jumpai pada orang-orang Kristen dan gereja masa kini.

PEMAHAMAN

Di bagian awal suratnya kepada jemaat di Efesus (1:3-14), Paulus mengingatkan mereka kepada kasih karunia Allah yang telah mereka terima melalui Yesus Kristus.  Mereka telah dipilih, ditetapkan, ditebus dan menerima pengampunan dosa, serta menyatu sebagai bagian dari tubuh Kristus.  Mereka juga telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang merupakan jaminan bahwa mereka adalah milik Allah. Dalam perikop kita hari ini Paulus melanjutkan pokok pembicaraan tersebut dengan menekankan status mereka sebagai tubuh Kristus.

Ay. 15-16.  Apa yang mendorong Paulus bersyukur dan berdoa bagi jemaat Efesus?

Ay. 17-21. Apa yang Paulus minta kepada Allah bagi jemaat Efesus?  Apa tujuan dari permintaan tersebut bagi mereka? Apa hubungannya dengan kematian dan kebangkitan Kristus?

Ay. 22-23. Apakah kehebatan kuasa Allah masih diperlukan bagi jemaat masa kini sebagai tubuh Kristus?  Mengapa?  Apa yang harus kita lakukan agar jemaat kita mengerti kemuliaan dan kuasa ilahi yang tersedia bagi kita?

Ada dua hal penting yang disyukuri Paulus ketika mengingat jemaat Efesus.  Pertama, Paulus bersyukur melihat iman mereka dalam Tuhan Yesus.  Ini berarti bahwa Paulus melihat pertumbuhan rohani mereka.  Kedua, Paulus bersyukur atas kasih mereka kepada orang-orang Kudus.  Paulus melihat bahwa jemaat Efesus memberikan dukungan yang cukup penting bagi para rasul yang memberitakan Injil.

Doa Paulus bagi jemaat Efesus seharusnya juga menjadi doa kita semua.  Kita harus meminta Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, mengerti betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Jika kita telah mengenal dan memahami semua itu, kita akan lebih kuat menghadapi tantangan hidup kita dan lebih bersemangat memberitakan Injil-Nya.

REFLEKSI

Apakah iman Anda bertumbuh dengan baik? Atau sebaliknya, tanda-tanda iman yang rapuh dan ketidakpedulian terhadap pemberitaan Injil itu justru sedang terjadi dalam diri Anda? Lakukanlah sesuatu untuk melanjutkan pertumbuhan iman Anda.

TEKADKU

Tuhan, aku tidak ingin membiarkan pertumbuhan imanku berhenti. Di tahun yang baru, aku bertekad untuk melanjutkan proses pertumbuhan imanku.

TINDAKANKU

Aku akan menyediakan waktu terus belajar agar imanku terus bertumbuh. Aku akan lebih sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk membaca Alkitab dan membaca buku-buku rohani yang membangun iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«