suplemenGKI.com

PENOLONG YANG SEPADAN

Kejadian 2:18-24

 

Pengantar
Ada sebuah kisah nyata yang datang dari negeri Jiran tentang kehidupan pasutri yang mengharukan banyak orang. Seorang pria bernama Hou Yuk Nam hidup sebatang kara sejak tahun 1982 karena telah ditinggalkan oleh istrinya. Selama 6 bulan pertama kehilangan sang istri, ia menangis hampir setiap hari dan menghabiskan malam tanpa memejamkan mata karena merindukan istrinya. Menurut Hou, hidup bersama dengan istri selama 22 tahun adalah masa-masa bahagianya. Ia bangga karena memiliki seseorang yang menemaninya dengan sangat luar biasa dan penuh kasih. Saudara, melalui kisah ini kita diingatkan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan untuk dapat saling melengkapi dan mengasihi satu sama lain.

Pemahaman

  • Ayat 18-20    : Mengapa Allah memberikan seorang penolong bagi Adam?
  • Ayat 21-23    : Bagaimanakah proses Allah menciptakan penolong bagi Adam?

Pada waktu Adam berada di taman Eden, Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Adam memberi nama pada binatang-binatang yang diciptakan oleh Allah. Tetapi, Allah yang dengan penuh belas kasih merasa iba terhadap kesendirian Adam, karena tidak ada teman dengan kodrat yang sama sebagai manusia, yang dapat diajak bercengkerama dengan akrab (ayat 18). Oleh karena itulah, Allah berinisiatif untuk memberikan penolong yang sepadan bagi Adam. Kata ‘penolong sepadang’ (Ibrani. ezer kenegdo), dapat diartikan dengan seseorang yang memperlengkapi atau menyempurnakan.

Untuk memberikan teman bagi Adam, Tuhan membuatnya tidur nyenyak (ayat 21). Allah tidak menciptakan Hawa dari debu, melainkan dari salah satu tulang rusuk Adam. Hal ini mengandung makna adanya kesetaraan. Perempuan tidak diambil dari kepala Adam untuk memerintah atasnya, juga bukan dari kaki untuk sehingga direndahkan begitu saja, tetapi diambil dari tulang rusuknya agar ia dapat dilindungi dan dikasihi. Allah menciptakan Hawa bukan hanya sebagai seorang teman bagi Adam, tetapi juga istri yang harus dikasihi dan dijaga. Melalui kisah ini kita menjumpai bahwa Allah menciptakan dan menempatkan perempuan di samping laki-laki bukan sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang memperlengkapi. Relasi yang terjalin merupakan inisiatif dari Allah yang mengasihi manusia ciptaan-Nya.

Refleksi
Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, serta mempersatukannya untuk menjadi mitra kerja-Nya bagi dunia. Dengan demikian diperlukan adanya sikap saling mengasihi dan saling terbuka satu sama lain agar makin memperkokoh relasi yang telah Tuhan berikan. Marilah kita merenungkan: Sudahkah kita memperlakukan pasangan dengan penuh kasih dan memperlengkapi dalam segala keterbatasannya?

Tekadku
Tuhan, terimakasih untuk setiap pasangan, teman, dan anggota keluarga yang Engkau berikan kepadaku. Ajarku untuk membangun sikap keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain agar dapat menjadi pewarta cinta kasih-Mu.

Tindakanku
Bagi yang sudah menikah: Aku akan belajar merendahkan hati untuk semakin mengasihi dan menghargai keberadaan pasangan yang Tuhan berikan dengan segala kelebihan serta kekurangannya.

Bagi yang belum menikah: Aku akan belajar menghormati dan menghargai setiap teman atau anggota keluarga yang Tuhan berikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«