suplemenGKI.com

Kamis, 30 Maret 2017

29/03/2017

MENANTIKAN PERTOLONGAN TUHAN

Mazmur 130:5-8

 

Pengantar
Ada harga yang harus kita bayar ketika kita berharap dan menantikan sesuatu dari Tuhan.  Berharap dan menantikan sesuatu dari Tuhan juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan.  Banyak orang Kristen yang menyerah di tengah jalan ketika yang diharapkan dan yang dinantikan itu tidak kunjung tiba atau terwujud, dan karena ketidaksabarannya itu akhirnya mereka juga tidak memperoleh apa-apa. Dunia ini sering kali menawarkan pengharapan palsu dan memberikan janji penantian yang tidak jelas sehingga kita semakin kehilangan arah hidup dan pergumulan semakin berat jika kita tidak menyerah diri hanya kepada Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 5-6         : Apakah yang dinanti-nantikan olehpemazmur?
  • Ayat 7-8         : Apakah yang diharapkan oleh pemazmur dalam seruannya?

Dalamayat 5-6 pemazmur mengajak dirinya sendiri untuk percaya kepada Allah dan menantikan pertolongan Tuhan. Menanti adalah pekerjaan paling membosankan. Begitu pula ketika kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, tidak semua doa kita dijawaboleh Tuhan secara langsung, terkadang harus melalui proses penantian yang cukup panjang. Tidak semua anak Tuhan mau bersabar menanti jawaban dari Tuhan; mereka menjadi putus asa dan kecewa yang akhirnya tidak dapat menikmati janji Tuhan.Kita dapat belajar dari sikap pemazmur : “Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.” (Mazmur 130:5-6).Kebergantungan diri pemazmur kepada Allah, diungkapkan dalam harapannya. Konteks mazmur ini adalah nyanyian ziarah, atau nyanyian mendaki (maksudnya berziarah dengan mendaki bukit Sion). Pemazmur mengharapkan kelegaan danpenghiburan dengan percaya bahwa hal itu akan tiba. Tetapi dia juga akan dengan sabar menanggung proses dan bertekad untuk tidak mengandalkan diri sendiri. Hanya Tuhanlah yang menjadi harapannya.

Pada ayat 7-8 jelas tertulis keinginan pemazmur yaitu menantikan pembebasan dari segala kesalahan dan kesabaran menantikan pertolongan Tuhan datang.Kata ‘sabar’ mengandung dua arti yaitu: Pertama, menunggu dalam waktu yang panjang. Waktu Tuhan bukanlah waktu kita, namun pasti waktu-Nya adalah yang terbaik. Maka di dalam menantikan janji-Nya diperlukan ketaatan dan ketekunan dalam diri kita. Kedua, sabar terhadap tekanan, penderitaan, caci maki dan aniaya. Dengan selalu berharap kepada Tuhan dan tidak mengandalkan diri, maka kita akan memperoleh kekuatan dalam menghadapi segala pergumulan hidup yang kita hadapi.

Refleksi
Marilah kita merenungkan akan kesetiaan Tuhan dalam memberikan pengharapan akan pertolongan-Nya yang setia dan iman kita kepada Tuhan semakin kokoh dalam menjalani hidup ini.

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan saya untuk tetap kuat dalam menanggung segala masalah dan pergumulan hidup ini. Berikan saya hati yang bijaksana dalam menantikan pertolongan-Mu.

Tindakanku
Mengandalkan Tuhan selalu dalam kehidupan walaupun menghadapi pergumulan yang berat dan menantikan akan pertolongan Tuhan dengan sabar dan bertekun dalam doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«