suplemenGKI.com

Kamis, 30 Juni 2016

29/06/2016

Jangan Sesat! Allah tidak dapat ditipu!

Galatia 6:7-10

Pengantar

Masih ingatkah kita betapa memprihatinkannya penjajahan jaman dahulu, atau Hitler yang menganggap suku bangsanya paling hebat dan harus berkuasa hingga mau membinasakan semua yang tidak sama dengannya? Bagaimana kalau ada orang yang mengaku Kristen tetapi perilakunya tidak berbeda dengan mereka? Hari ini kita akan merenungkan tentang bagaimana seharusnya orang Kristen menggunakan kebebasan hidupnya.

Pemahaman

Ayat 7          : Apakah yang melatarbelakangi pernyataan “Jangan sesat” dari rasul Paulus?

Ayat 7-10  : Berapa kali Paulus menuliskan konsep tabur tuai dalam bagian ini?

Jemaat Galatia agaknya mulai hilang semangat awalnya ketika menjadi Kristen. Di tengah situasi sulit yang mereka alami kalau ikut cara Kristus, keadaan masyarakat sekitar sangat menggoda: bebas semaunya, tanpa peduli keadaan orang lain. Tapi jemaat diingatkan supaya tidak bosan berbuat baik, berbuat benar, karena pasti tidak sia-sia. Kebaikan pasti berbuah baik, kebenaran membawa damai sejahtera. Kristus membasmi hal-hal yang menghilangkan damai sejahtera, bukan orangnya. Contoh hasilnya: Matius dan Zakheus sadar diri, bertobat. Kemampuan, wewenang dan kekayaan harus untuk membangun kesejahteraan semua (6:9,10).

Merdeka dalam Kristus tidak berarti bebas berbuat semaunya. Kalau umat kembali terus menuruti kedagingannya, maka akan berakhir jatuh, binasa (6:8, bnd.5:19dst). Allah tidak dapat dipermainkan, ditipu atau disuap untuk mendukung sikap begitu. Apa yang orang tanam akan dia tuai. Umat yang berusaha dengan semangat dan cara yang menunjukkan hasil kerja Roh Kudus (6:8, bnd.5:22-25) akan mengalami hidup sejati selamanya. Jadi, jangan sesat ikut bersikap semau gue!

Refleksi

Gereja memang masih di dunia, dan gereja bukan keledai. Karena itu masih bisa jatuh ke lubang yang sama. Kita sering lupa bahwa harta dan kekuasaan kerap menjadi tawaran menggiurkan dari Iblis, si Penggoda, untuk ikut dia.

Tapi jangan bosan berbuat baik bagi semua orang (apa pun asal, golongan, suku atau agama), apalagi (bukan hanya) terhadap sesama pengikut Kristus: saling menolong, mengusahakan damai sejahtera dengan cara yang benar, yaitu dalam semangat Roh Kudus, dan bukan menuruti kedagingan, yakni hawa nafsu.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk lebih mewaspadai pengaruh yang kelihatan menguntungkan dan mudah tapi sesungguhnya membuat kami melawan kehendak-Mu. Amin.

Tindakan

Tidak bosan mengusahakan yang baik dalam pengaruh Roh Kudus, misalnya dengan turut terlibat dalam pembagian takjil gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*